Mulai Lawatan Presiden Intensifkan Kerjasama Bilateral

Oleh Tgl: September 1, 2013

Jakarta – Minggu (1/9) ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono beserta delegasi memulai lawatannya ke tiga negara: Kazakhstan, Polandia, dan Rusia. Presiden menggunakan pesawat khusus kepresidenan Airbus 330-300 milik Garuda yang lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 08.00 WIB.

Tujuan pertama adalah Astana. Presiden diperkirakan tiba di ibukota Kazakhstan itu pukul 21.45 waktu setempat, setelah sebelumnya transit di Dubai, Uni Emirat Arab. Waktu di Astana satu jam lebih lambat dari Jakarta.

Kunjungan ke Kazakhstan ini atas undangan Presiden Nursultan Nazarbayev. Selama di Astana, Presiden SBY akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Nazarbayev. Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas, antara lain, terkait kerja sama perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, sosial budaya, dan pendidikan.

Pada kesempatan itu juga akan ditandatangani lima nota kesepahaman bidang ekonomi, penanggulangan terorisme, pencucian uang dan pembiayaan terorisme, kebudayaan, serta pendidikan dan pelatihan diplomatik. Selain itu, Presiden SBY juga dijadwalkan bertemu dengan PM Serik Akhmetov dan pelaku bisnis utama Kazakhstan.

Presiden SBY akan berada di Kazakhstan hingga Selasa (3/9) sore, untuk selanjutnya meneruskan kunjungan kenegaraan ke Polandia. Kunjungan ini juga memenuhi undangan Presiden Bronislaw Komorowski.

Di Warsawa, ibukota Polandia, Presiden SBY dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Komorowski. Selain itu, juga akan bertemu PM Donald Tusk, dan Ketua Senat Bogdan Borusewiz.

Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas adalah perdagangan dan investasi, pertambangan, energi dan lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.Juga pendidikan dan kerja sama antarmasyarakat.

Pada kesempatan ini akan ditandatangani nota kesepahaman di berbagai bidang, diantaranya perikanan, pertanian, perdagangan, investasi, pertambangan, dan pendidikan. Untuk lebih memfasilitasi interaksi pejabat kedua negara, akan pula ditandatangani perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik.

Polandia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Polandia juga cukup terpandang dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Pada Kamis (5/9) pagi waktu setempay, Presiden SBY meneruskan lawatannya ke Rusia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 Forum G20.

Pertemuan G20 akan membahas empat isu utama (cluster of issues), yakni pertumbuhan dan stabilitas keuangan, pembangunan berkelanjutan untuk semua, pertumbuhan, lapangan kerja, investasi, serta perdagangan.

Bersama para pemimpin G20 lainnya, Presiden SBY juga akan menghadiri dialog informal G20 dengan Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20). Topik dibahas adalah ‘Promoting Growth and Job’.

Presiden dan delegasi dijadwalkan meninggalkan St Petersburg pada Sabtu (7/9), dan tiba di Jakarta keesokan paginya. Total lawatan ke tiga negara ini berlangsung tujuh hari.

Menyertai Presiden dalam rangkaian kunjungan ini, antara lain, Menko Polhukan Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud Mohammad Nuh, dan Seskab Dipol Alam.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *