Merasa di Anak Tirikan, Desa Linggar Galing Tuntut Pindah

Oleh Tgl: September 3, 2013
pindah

Ini surat yang ketiga kalinya, dimana surat permohonan sebelumnya belum ada tanggapan dari pihak Pemkab Benteng atas keinginan dari masyarakat tersebut

Syafarmandi

BENGKULU TENGAH – Setelah selama 3 tahun bergabung dengan Kecamatan Pondok Kubang, yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Pondok Kelapa. Masyarakat Desa Linggar Galing menuntut untuk kembali ke kecamatn induk atau Kecamatan Pondok Kelapa. Hal ini dikarenakan masyarakat menilai, selama ini mereka merasa menjadi anak tiri dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Selama ini masyarakat telah mendesak saya untuk keluar dari Kecamatan Pondok Kubang dan kembali ke kecamatan induk, karena mereka kecewa dengan pembagian jatah “kue” pembagunan yang dirsakan tak dinikmati masyarakat desa kami,” ujar Kades Linggar Galing Syafarmandi kepada kepada jurnalis saat mengantarkan surat permohonan pemindahan Desa Linggar Galling di Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Selasa (3/9).

Syafarmandi juga mengatakan, surat permohonan yang disampaikan ini, merupakan surat yang ketiga kalinya.

“Ini surat yang ketiga kalinya, dimana surat permohonan sebelumnya belum ada tanggapan dari pihak Pemkab Benteng atas keinginan dari masyarakat tersebut,” ungkapnya.

Menurut Syafarmandi, ada 2 alasan yang disampaikan kepada Pemkab Benteng, atas keinginan dari masyarakt untuk kembali ke kecamatan induk. Pertama, jarak tempuh dari desa ke Kantor Kecamatan Pondok Kubang relative jauh. Selanjutnya, masyarakat merasa selama bergabung dengan Kecamatan Pondok Kubang, Desa Linggar Galing seperti di anak tirikan.

“Jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya, kami merasa seperti tersisihkan dalam setiap pembangunan. Baik itu pembangunan jalan dan fasiitas umum lainnya. Untuk itu kami mohon agar keinginan masyarakat ini dapat diakomodir,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Benteng Muhammad Sabri, SSos MM, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan mempelajarinya dan mengkaji akar permasalahannya terlebih dahulu.

“Benar, surat dari desa itu sudah kami terima. Namun dalam hal ini perlu pengkajian yang lebih mendalam. Tentunya akan kita pelajari terlebih dahulu,” ujar Sabri.(cw7)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *