Jembatan Dan Jalan Air Kemuning Memprihatinkan

Oleh Tgl: September 8, 2013
jembatan rusak

Saya selaku kades sangat kecewa dengan pemerintah, lagi kampanye saya di cari-cari. Sudah jadi, tidak ada yang diperbuat untuk desa kami. Kita sudah lama merdeka, tapi kami tidak merasakan kemerdekaan tersebut

Iriandi

SUKARAJA – Sungguh memprihatinkan, warga Desa Air Kemuning Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma setiap harinya harus melalui jembatan dan jalan dengan rasa was-was. Bagaimana tidak, satu-satunya jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah karena ada beberapa bagian jembatan yang merupakan penyanggah telah patah dan menyebabkan jembatan bolong.

Selain jembatan, jalan juga menjadi suatu permasalahan yang belum terselesaikan di desa ini. Sepanjang 4 KM jalan menuju desa tersebut harus dilalui dengan susah payah. Jalan yang sama sekali belum tersentuh koral, batu, apalagi aspal tersebut sangat licin. Bahkan ada sebuah fenomena menarik di sini, yang mana apabila hari hujan maka warga setempat menggunakan rantai pada ban belakang.

Fenomena ini dibenarkan Kepala Desa (Kades) Air Kemuning Iriandi. “Memang begitu kalau datang hari hujan, biar bannya tidak lari. Ini mengurangi resiko kecelakaan,” terangnya.

Warga Desa Air Kemuning, melalui kadesnya sudah sering mengajukan permohonan dan meminta ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seluma Seluma agar desa mereka tetap diperhatikan, meski keberadaannya jauh dari pusat pemerintahan. Tapi pihak pemerintah beralasan jalan utama yang menjadi satu-satunya jalan yang dilalui warga setempat bukan kewenangan Pemda Seluma, tapi Pemda Kota.

“Sedangkan Pemda Kota mengatakan tidak memiliki kepentingan terhadap jalan tersebut karena belum ada penduduk Kota Bengkulu disini,” tutur Iriandi. Realita inilah yang membuat Desa dengan 296 KK ini berada pada kondisi yang sulit. Tapi pemerintah harus tahu dan memiliki solusi sebagai jalan keluar guna memecahkan masalah ini. Jangan sampai rakyat menjadi semakin pragmatis.

“Saya selaku kades sangat kecewa dengan pemerintah, lagi kampanye saya di cari-cari. Sudah jadi, tidak ada yang diperbuat untuk desa kami. Kita sudah lama merdeka, tapi kami tidak merasakan kemerdekaan tersebut,” demikian Iriandi. (cw10)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *