Jalur KA, Solusi Sarana Transportasi

Oleh Tgl: September 25, 2013
IMG_1033

BENGKULU – Tercapainya kesepakatan jangka panjang rencana pembangunan rel Kereta Api (KA) Pulau Bai Kota Bengkulu Muara Enim, menjadi babak baru perkembangan sarana transportasi Provinsi Bengkulu. Meskipun rel KA nanti hanya diperuntukkan bagi alat angkutan hasil tambang batu bara.

Namun hal ini tidak lah mengurangi tujuan dibangunnya rel KA. Terlebih, jalur KA tersebut bukan jalur khusus melainkan jalur umum, yang itu dapat dipastikan jalur KA ini memiliki masa depan untuk kereta massa.

“KA kita bukan khusus tapi umum, yang kita bngun batu bara, ke depan jika mendukung maka akan ada kereta massa,” kata Pimpinan PT. Mandela Resources, mitra kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

Proyek pembangunan jalur KA baru akan dimulai setelah pembebasan lahan selesai dilakukan. Yang oleh pimpinan Mandela dikatakan butuh waktu 2 tahun untuk merealisasikannya. Terkait hal ini, kekhawatiran mengemuka terhadap proses pembebasan lahan, lantaran banyak hutan lindung yang akan digunakan untuk pembangunan jalur rel KA. Namun pimpinan Mandela memastikan, proses pembebasan lahan tetap mengacu pada peraturan pemerintah.

“Kesemuanya akan dilakukan berdasarkan peraturan berlaku, untuk itu saya mengharapkan dukungan masyarakat. Karena proyek ini akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat Bengkulu,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kontribusi apa yang akan didapat Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd meyakini pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dengan adanya pembangunan jalur KA ini. Lebih lanjut masih menunggu tindak lanjut MOU berikutnya.

“Bappeda dan Biro Ekonomi akan mengkajinya terlebih dahulu, malah bila memungkinkan pemprov akan berinvestasi pada pembebasan lahan. Namun yang pasti jalur KA merupakan solusi terhadap permasalahan transportasi Bengkulu,” papar Junaidi. (cw2)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *