Diserang Tikus “Monster”, Terancam Gagal Panen

Oleh Tgl: September 12, 2013
padi

PONDOK KELAPA – Belasan hektar sawah petani di Desa Kerta Patih di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) diserang hama tikus dan terancam gagal panen. Hama tikus kali ini, lain dari biasanya, karena ukurannya lebih besar dan lebih ganas dalam merusak tanaman padi sejak berusia 3 minggu, sehingga petani setempat menyebutnya tikus “monster”.

“Nampaknya musim kedua tahun ini, petani akan mengalami kerugian yang cukup parah. Karena batang padinya  banyak yang rusak dan mati diserang hama tikus yang ukurannya cukup besar dari biasanya atau tikus “monster”,” ujar  Ketua Kelompok Tani Bersatu Kertapati, Zaman (50).

Diungkapkannya, memberikan racun tikus sudah dilakukan tetapi tikusnya hanya mati beberapa ekor saja, itupun hanya pada pemberian racun pertama kali saja. Karena pada pemberian racun tikus tahap kedua kalinya, tikus sudah tidak mau lagi memakan racunnya.

“Sehingga pemberantasan tikusnya tidak bisa dilakukan lagi. Hama tikus menyerang tanaman padi tidak terjadi pada malam hari saja karena terjadi disetiap waktu. Sehingga tanaman padi mati secara cepat,” ungkapnya. Menurutnya, akibat serangan hama tikus ini petani mengalami kerugian hingga puluhan juta. Karena dalam satu kali panen, petani bisa mendapatkan hingga 150 kaleng padi untuk satu hektar sawah.

“Kami berharap kepada pihak dinas terkait bisa memberikan solusi dalam penganganan hama tikus ini. Karena kami masih mengharapkan padi yang belum dimakan tikus bisa diselamatkan dan bisa dipanen,” harapnya.

Sementara itu, Petugas PPL setempat, Ardiyanto SPt mengatakan, dari laporan masyarakat yang memiliki lahan sawah tersebut, semuanya mengeluhkan serangan hama tikus tersebut.  “Upaya yang sudah dilakukan bersama petani, dengan memberikan racun tikus berbentuk bubuk dan batangan, yang diletakan disela-sela tanaman padi,” ujar Ardiyanto.

Namun tampaknya upaya tersebut belum jug membuahkan hasil. Karena hama tikus tersebut menyerang dari dalam, dimana tikus menggerogoti batang yang dimulai dari akar didalam tanah. “Kalau dilihat sepintas memang tidak rusak batang padinya, namun jika sudah habis akarnya diserang hama tikus, batang padi mulai kelihatan menguning. Saat ini, kami juga terus berupaya untuk mengatasi serangan hama tikus itu,” tambahnya.(btg)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *