Dian Syakhroza Beserta BPOM Sosialisasi Bahaya Obat Dan Makanan Ilegal

Oleh Tgl: September 23, 2013
Anggota DPR RI Komisi IX Dapil Bengkulu Dr. Dian A. Syakhroza terus menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat Provinsi Bengkulu. Semakin maraknya peredaran obat dan alat kosmetik ilegal serta makanan yang mengandung zat berbahaya, menjadi perhatian serius Dian, mengingat kesehatan masyarakat tengah terancam. Untuk itu, Senin (23/9) Dian bersama BPOM Bengkulu menggelar sosialisasi tentang bahaya penggunaan kosmetik ilegal dan mengkonsumsi obat serta makanan yang tidak memiliki izin. Bersama Dian Syakhroza peduli kesehatan masyarakat, kegiatan sosialisasi ini langsung digelar selama 3 hari di 3 kabupaten berbeda. Yakni Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Rejang Lebong. (DONI/advertorial)

TALANG EMPAT – Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Dian A. Syakhroza bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu Senin (23/9) menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya obat dan makanan ilegal kepada seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya saat ini tengah rentan ditemukan banyaknya obat-obatan dan alat kosmetik ilegal serta makanan yang mengandung zat berbahaya.

Problematika inipun menjadi perhatian tersendiri oleh Dian, untuk itu guna memberikan perlindungan yang optimal terhadap masyarakat di bidang obat, makanan dan kosmetik, Dian bersama BPOM gencar melakukan sosialisasi akan bahaya penggunaannya bagi kesehatan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi yang digelar di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ini, juga dihadiri Bupati Benteng H. Feri Ramli, SH, MH beserta stakeholder terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Benteng. Dian mengatakan, sosialisasi ini bertujuan guna memberikan informasi tentang bahaya mengkonsumsi makanan dan obat-obatan serta alat kosmetik yang tidak sehat, ilegal ataupun yang tidak mendapatkan perizinan penjualan produk tersebut.

“Untuk itu pemberian pemahaman kepada masyarakat sangatlah penting, agar tidak lagi sembarangan dalam hal mengkonsumsi obat, makanan dan menggunakan alat kosmetik,” kata Dian kepada jurnalis bengkuluonline.com.

Lebih lanjut Dian menjelaskan, terdapat tiga pilar pengawasan yang harus dilakukan untuk memastikan makanan, obat-obatan dan kosmetik tersebut layak dikonsumsi serta digunakan. Seperti pengawasan terhadap pelaku usaha, baik itu dari sisi produksi maupun distribusi. Pelaku usaha harus bertanggung jawab terhadap produk yang dijual.

Kemudian pengawasan terhadap masyarakat dan konsumen, harus cerdas dalam memilih apa-apa saja yang akan dikonsumsi. Untuk itu informasi tentang hal ini harus disampaikan seluas-luasnya. Selanjutnya mengevaluasi produk yang akan diedarkan dan produk yang telah dipasarkan. BPOM punya otoritas dan kewenangan untuk menentukan produk tersebut aman atau tidak.
“Saya juga berharap kerjasama lintas sektor, dinas terkait dalam membantu tupoksi dari BPOM, karena bahaya ini harus sama-sama kita tanggulangi agar tidak lagi ada anak-anak kita yang keracunan makanan, muka ibu-ibu yang rusak karena kosmetik ilegal serta mengkonsumsi obat yang justru semakin merusak kesehatan,” tutur Dian. Ke depan Dian berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat lebih memahami bahaya obat, makanan serta alat kosmetik ilegal.

Sementara itu, kegiatan sosialisasi bersama Dian Syakhroza ini direncanakan akan dilaksanakan selama tiga hari di tiga kabupaten berbeda. Yakni Kabupaten Benteng, Kepahiang dan Rejang Lebong. (cw2)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *