Ancam Warga Dengan Sajam dan Suka Ganggu Anak Gadis, Dipasung

Oleh Tgl: September 10, 2013
pasung 2

Karena sering mengancam warga dan mengangu anak gadis orang, dari pada nanti timbul keributan dengan warga, maka terpaksa anak kami itu dipasung

Qodri

BENTENG  – Sejak 3 bulan lalu, Samsul Rizal Efendi (29),pemuda Desa Bajak III Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah (Benteng), terpaksa dipasung oleh orang tuanya di belakang rumah. Ini dikarenakan pemuda yang diketahui mengidap sakit jiwa itu, sering merusak barang-barang dan mengancam warga dengan mengunakan senjata tajam serta mengangu anak gadis.

“Karena sering mengancam warga dan mengangu anak gadis orang, dari pada nanti timbul keributan dengan warga, maka terpaksa anak kami itu dipasung,”  ujar bapaknya, Qodri didampingi ibunya Siti Rafakyah.

Qodri juga mengatakan, anaknya yang  ke 6 dari 7 bersaudara ini, diketahui mulai mengidap penyakit jiwa sejak tamat SMA tahun 2008 lalu.

“Kami sudah mengupayakan berobat kampung dan dibawa ke RS Jiwa di Kota Bengkulu. Namun kondisinya tetap sama dan tidak ada perubahannya,” ungkapnya

Ditambahkannya, untuk menjalani pengobatan di RS Jiwa itu, mereka sudah 5 kali membawa anaknya, namun tidak juga berubah sikap dan sifatnya.

Meskipun begitu, mereka sangat mengharapkan anaknya  bisa dirawat di RS Jiwa Kota Bengkulu. Dengan harapan anaknya bisa kembali normal seperti dulu kala.

“Hanya saja,  jika anak kami ingin di rawat di RS Jiwa itu. Pihak RS Jiwa pernah menegaskan, Samsul bias dirawat disana dengan cacatan setiap barang yang dirusaknya selama dirawat harus diganti pihak keluarga. Karena tak sanggup dengan syarat tersebut, makanya kami akhirnya memilih untuk dipasung saja di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Rudi Hartono (39) kakak tertua Samsul mengatakan, sebelum mengidap penyakit jiwa Samsul merupakan anak yang rajin membantu orang tua. Bahkan Samsul merupakan anak laki-laki yang tak ubahnya seperti anak perempuan karena sangat rajin membantu ibunya memasak dan membereskan pekeerjaan rumah. Bukan hanya itu, Samsul juga merupakan pemuda yang aktif dalam kegiatan kepemudaan seperti kegiatan karang taruna.

“Dulu Samsul ini merupakan pemain bola handal di desa kami. Tapi sejak dia tamat SMA 2008 lalu, Samsul menjadi orang yang ditakuti warga terutama anak-anak gadis karena sering diganggunya. Secara pribadi saya minta kepedulian dari Pemkab Benteng terhadap adik saya ini, dengan membiayai segala pengobatannya di RS Jiwa. Meskipun hingga saat ini belum ada satu pun dinas instansi terkait datang melihat kondisi adik saya,” ujar Rudi Hartono





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *