Sultan Ungkap Alasan Ubah Icon Bengkulu

Oleh Tgl: August 23, 2013
rafles

Saya rela berdebat loh soal ini, karena pemikiran saya iconnya kita sekarang Bunga Rafflesia itu kita kurang diuntungkan apalagi nih ya bunga rafflesia saat ini sudah tidak lagi miliknya Bengkulu bahkan ada di Malaysia atau Bogor sehingga tidak ada yang woow dari situ

Sultan B Najamudin

BENGKULU – Banyaknya penolakan terhadap ide Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin untuk mengganti icon Bengkulu dari bunga Rafflesia menjadi Fatmawati membuat adik kandung Agusrin M Najmuddin ini ungkap alasannya.

“Inikan hanya masalah pemahaman ya, sepele juga sebenernya. Saya tidak pernah ngomong icon itu wajib diikuti sekarang atau wajib diubah. Saya baru mau lihat reaksi publiknya seperti apa,” Kata Sultan, Jum’at (23/8) usai bersih-bersiih dikawasan wisata Pantai Panjang.

Menurut Sultan dirinya tidak akan memutuskan sesuatu tanpa pemikiran ilmiah dan tidak bisa dipertanggung jawabkan karena itu sekali lagi Sultan menjelaskan bahwa dengan menggunakan icon isterinya sang proklamator tersebut maka Bengkulu akan diuntungkan.

“Saya rela berdebat loh soal ini, karena pemikiran saya iconnya kita sekarang Bunga Rafflesia itu kita kurang diuntungkan apalagi nih ya bunga rafflesia saat ini sudah tidak lagi miliknya Bengkulu bahkan ada di Malaysia atau Bogor sehingga tidak ada yang woow dari situ,” Katanya.

Menurut Sultan dengan banyak yang tidak mendukung idenya ini, dirinya mengaku senang “Saya malah seneng. Itu artinya banyak yang kasih feedback dengan begitu saya bisa jelaskan apa yang menjadi alasan saya karena begini, memang kita punya Rafflesia tapi saat ini perhatikanlah semuanya hampir mengklaim, Malaysia mengklaim, Singapore mengklaim, Padang juga punya, Bogor punya Rafflesia itu, Wah berarti kita bukan satu-satunya,” Katanya.

Dijelaskan Sultan semua daerah punya icon yang memang melekat dan membranding dirinya, Icon yang paling bagus dan bernilai lebih tinggi adalah Fatmawati yang menurutnya memiliki nilai sejarah yang lebih tinggi apalagi Fatmawati ibu negara yang paling bersejarah untuk Indonesia.

“Bicara Ambon ada Pattimura, bicara Aceh ada Cut Nyak Dien nah bicara Bengkulu saya pikir yang paling cocok adalah Fatmawati, Fatmawati itu pelopor anti poligaminya perempuan, itu salah satu. seharusnya kita itu bangga punya Fatmawati,” Demikian Sultan.(Cy*)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *