Soal Nikah Dini, Bengkulu Peringkat Ke-6 Nasional

Oleh Tgl: August 5, 2013
pernikahan dini

Selanjutnya, riset tersebut juga mencatat kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 45 persen, lebih tinggi juga dari rata-rata nasional sebesar 41,9 persen

Dra. Widati

BENGKULU  -Sebagai negara berkembang, tidak dapat dipungkiri Pertumbuhan penduduk di Indonesia begitu pesat, tercatat sudah 250 juta kepala yang menghuni wilayah kepulauan yang dilalui oleh garis khatulistiwa ini.

Untuk wilayah lokal Provinsi Bengkulu sendiri pun tak luput dari percepatan pertumbuhan penduduk sebuah riset terbarukan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa Provinsi Bengkulu menempati peringkat 6 secara nasional untuk kasus “Pernikahan Dini” alias menikah di usia muda.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Dra. Widati, Senin (5/8) menurutnya berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru. sebuah fakta yang mencatat bahwa kasus pada kelompok umur yang masih sangat belia yakni 10-14 tahun tercatat sebanyak dengan 6,3 persen, jauh diatas rata-rata nasional yang hanya 4,8 persen.

“Selanjutnya, riset tersebut juga mencatat kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 45 persen, lebih tinggi juga dari rata-rata nasional sebesar 41,9 persen,” ujarnya.

Menurutnya, melihat status perkawinan atau pernikahan di Bengkulu memang amat mengkhawatirkan terhadap pembangunan keluarga, apalagi pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh dengan pertambahan akan kebutuhan pangan.

Disebutkannya pula, setelah provinsi Bengkulu peristiwa pernikahan dini yang jauh lebih tinggi terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 9 persen, Jawa Barat 7,5 persen, Kalimantan Timur dan Kalimanta Tengah 7 persen.(Cy*)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *