Soal Konflik Lahan, Zamzami : BPN dan Camat Lambat Dalam Bekerja

Oleh Tgl: August 27, 2013

Pihak BPN dan Camat harus cepat respon terhadap permasalahan yang terjadi antara PT Agri Andalas dengan Masyarakat Ujung Karang sebelum terjadinya konflik yang lebih lanjut, jangan sampai sudah menjadi konflik baru mau turun

Zamzami Syafe’i

KARANG TINGGI- Asisten I Pemerintah Bengkulu Tengah Zamzami Syafe’i menilai kasus yang terjadi terhadap masyarakat dengan PT Agri Andalas di sebabkan lambatnya Badan Pertanahan (BPN) dan Camat Karang Tingi dalam berkerja menangani konflik tersebut.

Seharusnya terang Zamzami saat di temui Jurnalis di ruang kerjanya Selasa (27/8) “Pihak BPN dan Camat harus cepat respon terhadap permasalahan yang terjadi antara PT Agri Andalas dengan Masyarakat Ujung Karang sebelum terjadinya konflik yang lebih lanjut, jangan sampai sudah menjadi konflik baru mau turun,” Jelasnya.

Menurut Zamzami Konflik agraria seperti ini sangat rawan terhadap tidakan kekerasan, kalau tidak di lakukan pendamaiaan secepatnya, contoh yang tidak terlupakan seperti konflik PT SIL, di seluma dan Bengkulu Utara yang memakan korban dari kedua belah pihak.

Zamzami menambahkan “Kita tidak ingin Tragedi seperti itu terjadi di daerah kita, nanti saya akan panggil BPN dan Camat untuk melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi terjadinya konflik, dengan melakukan musyawarah dengan masyarakat setempat,”Ungkapnya.

Selanjutnya jelsa Zamzami lagi Kedua belah pihak harus duduk bersama untuk musyawarah guna mencari kejelasan di mana tanah HGU Agri Andalas mana tanah rakyat.

Di tempat terpisah kepala Desa Ujung Karang Adnan Bustari mengatakan “Kami sudah mengajukan surat pemberitahuan kepada BPN melalui camat Karang Tinggi namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilakukan pengukuran, Saya takut keresahan ini berlarut sehingga terjadi konflik,” Terangkanya kepada jurnalis bengkuluonline.com.

Adnan menambahkan, dalam waktu dekat kita akan laporkan kepada bupati, bahwa masyarakat kita merasa PT. AA sudah mengklem  tanah rakyat masuk HGU pada hal tidak, dan kita akan melaporkan juga akan lambatnya kenerja BPN dan Camat Karang Tinggi,” demikian Adnan (cw7)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *