Lebaran, Waspada Peluru Tembakan Anak

Oleh Tgl: August 9, 2013

Paling diminati itu pistol, sehari kami bisa menjual lebih dari 25 unit

Yanto

Lubuklinggau- Lebaran musimnya permainan anak muncul, Tembakan atau Pistol misalnya mainan anak-anak yang selalu musim di setiap Lebaran ini sedang marak-maraknya.

Di sepaanjang jalan lintas sumatera maupun jalan-jalan di Kota Lubuklinggau, Jum’at (9/8) selalu ada sekolompok anak-anak berkumpul membawa pistol mainan dan siap meluncurkan peluru plastiknya ke pengguna jalan,Fadillah (32th) misalnya yang kesal saat ditembak mengatakan, “Jelas ini meresahkan pengguna jalan selain membahayakan saat berkendaraan juga peluru yang terkena tubuh sakit bukan main, Kalau bisa anak-anak itu jangan main ditengah jalan,” Ungkap perempuan yang mengendarai motor mio ini.

Sementara itu pedagang mainan anak yang dijumpai jurnalis di sepanjang pasar atas mengungkapkan dari sekian banyak mainan yang mereka jual yang paling diminati adalah pistol mainan terutama yang menggunakan peluru plastik padat.

“Paling diminati itu pistol, sehari kami bisa menjual lebih dari 25 unit,” Ungkap Yanto yang sejal hari H lebaran berjualan ini.

Yanto bercerita dari pistol yang dia jual rata-rata dalam satu hari keuntungan yang mereka dapat bisa sampai dua kali lipat dari modal beli.

Pedagang lain, Ari mengungkapkan sudah berjualan pistol sejak sebelum ramadhan lalu dan sudah cukup menyimpan uang dari keuntungan berjualan.

“Kita jualnya paling murah 20.000rupiah sampai 100.000 rupiah per unitnya, lumayan lah untuk nyimpan duit dari jualan ini,” Ungkap Ari yang mengajak anak dan isterinya berdagang ini.

Jelas bagi pedagang mainan anak-anak, pistol mainan menjadi barang dagangan menggiurkan apalagi saat lebaran anak-anak biasanya di beri THR atau uang jajan saat silahturahmi lebaran, Aldo (8th) siswa kelas 2 sekolah dasar ini kepada jurnalis mengatakan “Belinya cuma 35.000 rupiah, Enak bisa nembak-nembak orang,” Katanya polos.

Namun, di balik Ramainya pembeli  pistol mainan ini masyarakat perlu mewaspadai anak-anak karena setiap tahunnya ada saja yang menjadi peluru plastik yang sengaja ditembak oleh anak-anak yang belum terlalu mengerti akibat mainan ini.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *