Lagi, Pemerintah Impor Atasi Mahalnya Kedelai

Oleh Tgl: August 31, 2013

Mengingat produksi dalam negeri jauh lebih kecil daripada kebutuhan dalam negeri. Jadi sisanya harus didatangkan dari luar negeri. Nah kalau mendatangkan dari luar negeri ini kan terkait dengan nilai tukar (Rupiah). Kalau nilai tukar bergejolak yang tentunya harga bergejolak

Gita Wirjawan

JAKARTA — Pemerintah mengupayakan stabilitas harga kedelai yang terus mengalami kenaikan di pasar akibat dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan Jumat (30/8) mengatakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah akan melakukan impor kedelai dengan harapan adanya stabilitas nilai tukar rupiah.

“Mengingat produksi dalam negeri jauh lebih kecil daripada kebutuhan dalam negeri. Jadi sisanya harus didatangkan dari luar negeri. Nah kalau mendatangkan dari luar negeri ini kan terkait dengan nilai tukar (Rupiah). Kalau nilai tukar bergejolak yang tentunya harga bergejolak,” Kata Gita.

Tapi kalau nilai tukar tidak bergejolak lagi, ungkap Gita harga akan kembali stabil. “Saya cukup yakin langkah-langkah yang sudah diumumkan pemerintah termasuk policy instrument yang sudah disikapi oleh Bank Indonesia ini akan bisa membantu menstabilisasi nilai tukar yang akan bisa membantu menstabilisasi harga kedelai di pasaran,” Paparnya.

Gita Wirjawan menambahkan stok ketersediaan kedelai di pasar dalam negeri masih belum mencukupi hingga akhir tahun ini. Sehingga menurutnya pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah antisipasi.(VoA)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *