Kiai Diimbau Tak Shalatkan Jenazah Koruptor

Oleh Tgl: August 16, 2013

Tidak ada maaf bagi pejabat yang korupsi, saya tekankan Kiaai NU tidak boleh menyalati jenazah orang yang koruptor

Prof. DR. K. H. Said Aqil Siradj, MA

BENGKULU – Meski tergolong bukan usulan baru karena sudah disepakati pada Munas tahun 2003 hingga sekarang, namun usulan menarik dari Nahdlatul Ulama (NU) menyangkut agenda pemberantasan korupsi yakni Jenazah orang yang pernah dipenjara gara-gara kasus korupsi diminta tidak perlu disholatkan oleh ulama atau kiai masih menuai senyum lebar kebanyakan orang.

“Tidak ada maaf bagi pejabat yang korupsi, saya tekankan Kiaai NU tidak boleh menyalati jenazah orang yang koruptor,” Ungkap Ketua PBNU, Prof. DR. K. H. Said Aqil Siradj, MA, pada saat Tabligh Akbar di Balai Buntar, Kota Bengkulu, Kemarin (16/8).

Menurutnya aturan itu tidak semerta-merta dibuat melainkan berkaca dari sejarah Nabi Muhammad SAW yang suatu ketika tidak mau menshalatkan jenazah orang yang pernah menyelewengkan harta rampasan perang. Harta perang sama artinya dengan kekayaan negara di era modern ini.

“Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan negara islam sebagai negara suku, atau negara Arab, tetapi negara yang rukun dalam beragama maka Kalau kita tidak membawanya ke jalan yang benar, islam akan rusak,” Ungkapnya.

Selain merekomendasikan untuk tidak menyalatkan jenazah koruptor, NU juga tidak memperbolehkan untuk menyalatkan teroris.

“Kedua adalah teroris, harus kita anggap bersama sebagai umat islam. walaupun atas nama islam, kalau yang di bom gereja, harus kita anggap musuh islam karena islam tidak mentolerir hal-hal yang seperti itu. Siapapun menyebar ketakutan akan dilaknat oleh Allah karena itu Gerakan radikal menghalalkan segala cara, tersistem, dan terlatih tidak kita sepakati,” Katanya

Selain menyampaikan kembali usulan tersebut, Ketua umum NU ini mengajak jemaah NU, “Mari kita bagun akhir sunah dengan benar ciptakan Islamnya yang berimam dan Islam yang berhidayah, islam yang berhadapan, dan Kita wajib bangga jadi NU yang islam sesuai sunah,” Katanya.(Cy*)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *