Jumlah Korban Tewas Lakalantas Lebaran Naik 12 Persen

Oleh Tgl: August 15, 2013
Ratusan calon penumpang berebut menaiki KM Lambelu jurusan Surabaya-Makasar dan kawasan Indonesia Timur lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jum'at (26/9).

Data 25 korban jiwa ini dari 25 kasus kecelakaan yang terjadi di seluruh kabupaten dan kota

Pol Benny AJ

BENGKULU – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2013 di Provinsi Bengkulu meningkat 12 persen jika dibandingkan dengan tahun 2012 lalu.

Kepolisian Daerah Bengkulu mencatat sebanyak 25 orang korban jiwa akibat kecelakaan lalulintas pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1434 Hijriah, Kamis.

“Hingga hari ini terdata 25 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan balik,” kata Direktur Lalulintas Polda Bengkulu Kombes Pol Benny AJ di Bengkulu, Kamis (16/8).

Menurutnya angka tersebut merupakan data resmi tentang operasi nala Idul Fitri 1434 Hijriah dan akan digelar kepolisian setelah 17 Agustus 2013.

“Data 25 korban jiwa ini dari 25 kasus kecelakaan yang terjadi di seluruh kabupaten dan kota,” katanya.

Data tersebut kata dia, baru data sementara yang bersumber dari kepolisian kabupaten dan kota. Ia mengatakan lebih besar dari tahun sebelumnya selain korban meninggal dunia, terdapat juga puluhan korban luka berat dan luka ringan yang jumlahnya belum dirinci dan selama arus mudik dan balik pada 2012, kasus kecelakaan lalulintas yang terjadi sebanyak 39 kasus dengan Rincian, 22 orang meninggal dunia, 16 orang luka berat dan 42 orang luka ringan.

“Nanti akan diekspos secara resmi hingga akhir posko pengamanan pada H+7,” tambahnya.

Benny menceritakan, untuk pengamanan Lebaran 2013, Polda Bengkulu menyiagakan 43 posko yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Sebanyak 2.400 orang personel disiagakan di 43 posko tersebut untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran. dan untuk wilayah Kabupaten Rejanglebong, Polda Bengkulu memberikan perhatian khusus untuk pengamanan di jalur lintas Curup-Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan karena merupakan daerah rawan kecelakaan dan kejahatan.

Namun dari catatan Polda Bengkulu, Kendaraan roda dua masih tetap mendominasi angka lakalantas pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2013 ini.(Cy*)

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *