Palsukan Dokumen Eks DPRD Terancam Dicoret Dari DCT

Oleh Tgl: August 26, 2013

KPU akan tetap mencoret caleg dari PDIP tersebut walaupun ada atau tidaknya rekomendasi dari Panwaslu dan bila diperlukan kasus ini akan di lanjutkan ke ranah hukum dengan modus penipuan

H. BJ. Karnely

TALANG EMPAT- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Tengah berencana akan mencoret Eks DPRD Kota Periode 2004-2009 dari Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Legislatif (Caleg) Bengkulu Tengah.

rencana pencoretan H. Rusman Efendi yang merupakan Eks DPRD kota Bengkulu dari DCT peserta pemilu legislatif Benteng dikatakan Divisi Sosialisasi KPU Benteng H. BJ. Karnely pada jurnalis senin (26/8) karena adanya laporan dari masyarakat bahwa yang bersangkutan pernah di jatuhi hukuman penjara oleh pengadilan dalam kasus DPRD Geat, namun dalam berkas persyaratan yang dia isi pada lembar pertanyaan tidak pernah di jatuhi hukuman penjara.

Karnely mengatakan “Saat ini kita masih mengumpulkan bukti-bukti dari beberapa instansi berwenang, seperti surat keterangan dari Lembaga pemasyarakatan Bengkulu, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu tempat dia di vonis,”.

Saat ini, Ungkap Karnely ”Kita Baru memiliki surat keterangan dari Lembaga Kemasyarakatan Bengkulu, yang isinya membenarkan bahawa saudara Rusman Pernah di jatuhi hukuman,”.

Karnely menambahkan “setiap caleg yang telah ditetapkan sebagai DCT memang sudah bersifat final, tetapi tidak menolak kemungkin akan di kaji ulang di kala terdapat permasalahan yang bersifat fatal dalam administrasi, seperti yang dilakukan oleh caleg dari PDIP no 4 dapil 2 ini,”.

Karnely mengungkapkan “Rusman dinilai oleh KPU melakukan tidakan pemalsuan admistrasi dengan mengisi formulir tidak pernah di jatuhi hukum penjara, namun dia (ed) pernah di jatuhi hukuman, berarti beliaum melangar PKPU nomor; 07 tahun 2013 pasal 36 butir 1-2, pasal 4-5 butir a dan b tentang persyaratan calon legislatif,” katanya.

Selanjutnya Kernely menegaskan “KPU akan tetap mencoret caleg dari PDIP tersebut walaupun ada atau tidaknya rekomendasi dari Panwaslu dan bila diperlukan kasus ini akan di lanjutkan ke ranah hukum dengan modus penipuan,” akhir Karnely (cw7).





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *