DPRD Provinsi Sahkan Raperda SMS Dan Perbaikan Gizi

Oleh Tgl: August 28, 2013
1

Dari uji publik yang kami lakukan beberapa waktu lalu, Raperda ini disambut baik oleh berbagai pihak

Eliardo

BENGKULU – Setelah melalui tahapan dan proses akhirnya Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Rabu (28/8) mengesahkan dua Peraturan Daerah tentang Semua Mesti Sekolah (SMS) dan Perda Perbaikan Gizi yang diinisiatifkan oleh Komisi IV.

Paripurna yang diikuti oleh 24 anggota dewan ini dipimpin oleh wakil ketua II H. Ahmad Zarkasi dengan didampingi oleh Parial, SH selaku wakil ketua III.

Eliardo juru bicara komisi IV mengungkapkan bahwa raperda yang dipelopori oleh komisi mereka ini sudah melalui proses uji publik dan beberapa subtansi didalamnya ada yang berubah sesuai masukan dan saran yang diterima dari pemangku kepentingan dan masyarakat Bengkulu.

“Dari uji publik yang kami lakukan beberapa waktu lalu, Raperda ini disambut baik oleh berbagai pihak,” Ungkapnya.

Setelah dilaporakan komisi IV kepada anggota dewan, Pimpinan dewan langsung mengajukan pertanyaan kepada qorum dan serentak disepakati oleh anggota dewan Provinsi Bengkulu.

Pengesahan dua Raperda ini sendiri dilakukan dengan penandatanganan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi H. Ahmad Zarkasi dan Gubernur Bengkulu dalam Hal ini diwakili oleh Asisten I Sumardi.

Dalam sambutannya Sumardi mengungkapkan “Telah distujui raperda sms dan perbaikan gizi, saya atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Bengkulu dan DPRD Provinsi terkhusus komisi IV yang telah banyak mencurahkan pikirannya dalam raperda yang tentunya akan banyak bermanfaat untu Bengkulu,” Ungkapnya.

Sumardi menjelaskan usai pengesahan Perda yang baru dilahirkan itu tahap selanjutnya akan disampaikan ke Mendagri untuk mendapat verifikasi sebelum masuk dalam lembaran perundang-undangan daerah.

“Proses selanjutnya selama 7 hari untuk diverifikasi di Kementrian Dalam Negeri, hal ini agar produk kita tidak bertentangan,” Paparnya.

Diluar Paripurna, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Syafrianto Daud kepada jurnalis bengkuluonline.com mengungkapkan Perda tentang SMS dibuat dengan tujuan memberikan pendidikan untuk anak-anak Bengkulu yang dinilai kurang mampu.

“Berpendidikan adalah hak setiap orang dan warga Bengkulu khususnya bagi warga yang tidak mampu, karena itu inisiatif kita menjamin APBD untuk dana pendidikan,” Jelas Syafrianto.

Dijelaskan Syafrianto untuk menjalankan Perda tersebut  dewan menyepakati adanya pembagian anggaran atau sharing dana dari APBD provinsi dan kabupaten/kota dengan rincian 80:20 dimana 80 persen anggaran dari pemrintah provinsi dan 20 persennya ditanggung oleh pihak kabupaten dan kota.

Sedangkan untuk Perda perbaikan gizi, dijelaskannya juga bahwa inisiatif itu dilatari keinginan untuk pencegahan penyakit yang disebabkan kurang gizi dalam jangka panjang dan lebih jauhnya lagi untuk mengatasi kemiskinan masyarakat.

“Gizi dan kesejahteraan itu saling berhubungan, makanya perlu diatur karena dampak dari gizi buruk ini bisa membahayakan masyarakat,” Katanya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *