BKKBN Rekomendasikan Perempuan Nikah Diusia 21 Tahun

Oleh Tgl: August 5, 2013
BKKBN

Dengan usia tersebut, proses kesempurnaan kesehatan produksi remaja wanita telah mampu melahirkan

Dra. Widati

BENGKULU – Pencerahan untuk tidak menikah muda terus dilakukan kepada pemuda dan remaja oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu.

Hal ini bentuk antisipasi membludaknya Jumlah kasus perceraian di Indonesia yang tiap tahun meningkat tajam sekaligus bentuk ajakan untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Dra. Widati Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin (5/8) mengungkapkan bahwa idealnya usia kawin pertama bagi perempuan adalah pada usia 21 tahun dan untuk remaja laki-laki yakni pada usia 25 tahun.

“Dengan usia tersebut, proses kesempurnaan kesehatan produksi remaja wanita telah mampu melahirkan,” jelasnya.

Menurutnya, jika banyak remaja wanita dan laki-laki yang menikah muda dampaknya kecenderungan bercerai. Widati menambahkan  ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini atau perkawinan usia remaja.

“Bisa jadi faktor ekonomi, pendidikan dan diri sendiri. Kemudian mengenai pemahaman kesehatan produksi, budaya dan faktor lingkungan orang tua,” katanya.

Ditegaskannya, dampak lain yang mungkin terjadi akibat dari pernikahan dini adalah kematian ibu melahirkan akibat lemahnya ketahanan reproduksi wanita, karena itu BKKBN merekomendasikan untuk tidak menikah di usia dini,”Menikahlah di usia ideal,” Demikian Widati.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *