Benteng Sepakati Karet Menjadi Tanaman komoditi

Oleh Tgl: August 28, 2013
Benteng

Selama ini kita selalu menjual barang mentah dengan harga relatif rendah, sedangkan kita memliki potensi SDM dan SDA untuk melakukan produksi produk-produk sendiri menjadi barang jadi

I Gusti Putu Suryawirawan

KARANG TINGGI- Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah (Pemda Benteng) membahas kesepakatan bersama untuk menjadikan karet sebagai tanaman komoditi masyarakat.

Kesepakatan bersama seluruh SKPD dilaksanakan pada jam 09.00-11.30 di ruangan rapat Bupati Benteng yang di pimpin langsung oleh Kadis Disperindagkop dan UMKM Bengkulu Tengah H. Amirul, SH, MM yang di hadiri oleh kepala dinas dan badan serta camat se-kabupaten Bengkulu Tengah dengan mendatangkan Direktur Pengembangan dan Fasilitasi Industri Wilyah II dari Dirjen Perindustrian RI I Gusti Putu Suryawirawan.

Dari hasil kesepakatan tersebut seluruh peserta Forum Diskusi Group (FGD) menyepakati untuk menetapkan karet sebagai tanaman komoditi masyarakat Benteng.

Dalam jumpa Persnya Rabu (28/8) Perwakilan I Gusti Putu Suryawirawan di dampingi oleh Kadis Disperindagkop H. Amirul, SH, MM mengungkapakan “Tujuan kedatangannya ke Benteng atas permintaan kadis Disperindagkop untuk melakukan penelitian lahan dan tanaman yang ada di kabupaten Benteng,”.

Putu menambahkan “Selama ini kita selalu menjual barang mentah dengan harga relatif rendah, sedangkan kita memliki potensi SDM dan SDA untuk melakukan produksi produk-produk sendiri menjadi barang jadi,” ungkapnya.

Dari hasil FGD Penelitian Tim kami Benteng masih memiliki sumber daya Alam (SDA) yang luas. Namun, belum memiliki industri pengelolah hasil alam tersebut, maka pada hari ini kita membuat kesepakatan bersama dengan bersama pemerintah Bengkulu Tengah (Benteng) dan menghasilkan bahwa karet  akan di jadikan tanaman komoditi untuk masyarakat Benteng, Terang Putu.

Nanti, lanjut Putu dari hasil FGD yang kita lakukan hari ini akan di sampaikan kepada kementerian Industri untuk proses bantuan pendirian perusahanan, dan nantinya di harapkan pemda benteng juga untuk menerbitkan landas hukum berupa Perda, Akhir Dirjen. (cw7)

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *