Benteng Impor Beras Akibat Alih Fungsi Komoditi

Oleh Tgl: August 23, 2013

Sekarang masyarakat kita berlomba-lomba beralih dari menanam padi berubah menjadi menanam sawit padahal makanan pokok kita adalah beras

H. Dahrin Mukmin, SKM, MM

TALANG EMPAT- Alih fungsi komoditi di Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini sangat memprihatinkan apalagi masyarakat secara terang-terangan mengalihkan lahan mereka dari tanaman pangan padi menjadi perkebunan sawit.

Akibatnya produksi padi (Beras) di Kabupaten Bengkulu Tengah merosot tajam, Kepala Dinas Dewan Ketahanan Pangan Benteng H. Dahrin Mukmin, SKM, MM mengatakan hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan lahan persawahan di bumi “Merobah kite maju” ini.

“Sudah jelas terlihat maraknya alih fungsi komoditi  tersebut akhirnya menyebabkan anjlokya produksi padi di wilayah ini,”Katanya kepada wartawan saat di temui usai acara rapat koordinasi, Rabu (22/8) kemarin.

Melihat kondisi masyarakatnya seperti itu Dahrin mengukapkan kekhawatirannya, menurutnya kalau masyarakat tidak segera sadar bahwa komoditi pangan yang paling penting, tidak menutup kemungkinan kedepan Benteng harus terus impor beras dari wilayah lain.

“Sekarang masyarakat kita berlomba-lomba beralih dari menanam padi berubah menjadi menanam sawit padahal makanan pokok kita adalah beras kalau seandainya seluruh sawah di Benteng ini dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit maka selanjutnya kita terus bergantung terhadap wilayah lain,” Terangnya.

Ia mengatakan saat ini produksi beras lokal masih kurang, parahnya beras yang beredar saat ini di Benteng semunya  beras yang diimpor dari wilayah luar daerah.

Padahal kata dia dulu Benteng  memiliki sawah yang luas sebelum  masyarakat beralih ke sawit. (Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *