Akibat APBN Defisit Negara Sulit Selesaikan Utang

Oleh Tgl: August 11, 2013

Sulit ya kalau utang itu bisa turun, pasalnya selama anggaran tetap defisit selama itu kita harus membutuhkan utang. Kita akan sulit menghilangkan utang karena APBN defisit

Lana Soelistianingsih

JAKARTA – Pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih mengungkapkan meski penurunan utang Indonesia cukup signifikan, untuk menghapuskan seluruh utang akan sangat sulit. Pasalnya, selama  periode APBN, defisit yang terjadi akan terus membutuhkan utang.

“Sulit ya kalau utang itu bisa turun, pasalnya selama anggaran tetap defisit selama itu kita harus membutuhkan utang. Kita akan sulit menghilangkan utang karena APBN defisit,” paparnya di Jakarta.

Lana menilai kemampuan Indonesia untuk membayar utang-utangnya pada tahun 2013 masih akan cukup bagus. Hal ini dapat terlihat dari rasio utang terhadap PDB yang semakin rendah dan penerbitan surat Utang Negara (SBN) masih tetap diminati investor.

“Saya kira masih cukup bagus karena saat pemerintah menerbitkan utang baru permintaan atas SBN masih tinggi,” jelasnya.

Dia mengatakan utang memang seharusnya dikurangi, namun jika pemerintah tidak mampu menambah pemasukan negara melalui pajak maka penerbitan utang sangat penting untuk membiayai semua proyek-proyek dalam negeri.

Selain itu, dia menilai utang tidak menjadi sebuah masalah selama rasionya terhadap PDB cukup baik. “Selama utang secara rasio pada PDB masih cukup baik itu tidak masalah,” tegasnya.

Seperti diketahui PDB Indonesia saat ini mencapai Rp8.241,9 triliun sehingga rasio utang terhadap PDB hingga Juni 2013 adalah sebesar 24,7 persen. Sedangkan defisit anggaran mencapai Rp224,2 triliun.

Selain itu, jika dibandingkan dengan 2012 maka utang tersebut mengalami kenaikan Rp96,04 triliun dari posisi pada 2012 sebesar Rp1.361,10 triliun. Adapun obligasi tersebut, terdiri dari denominasi Rupiah sebesar Rp1.096,19 triliun, dan denominasi valuta asing (valas) sebesar Rp379,27 triliun.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *