Zainam Sagiman : Vertual Ditunggu Sampai 4 Juli

Oleh Tgl: July 2, 2013

Baik kepada balon DPD yang melakukan perbaikan dukungan karena dukungannya masih kurang setelah divertual maupun balon yang sempat dianulir karena tidak menyertakan pernyataan dukungan saat mendaftar, KPU Provinsi tidak akan memberikan toleransi lagi

Zainam sagiman, SH

BENGKULU,JB – Pemilihan DPD RI pada pemilu 2014 mendatang saat ini sudah memasuki tahapan Verifikasi Faktual kedua, tercatat 7 dukungan bakal calon yang menjadi tugas KPU untuk membuktikan kebenaran dukungan secara langsung melalui turun ke lapangan.

dilatari terhitung Jumat (5/7) KPU Provinsi sudah harus meneliti, menyusun dan menyampaikan berita acara hasil vertual perbaikan administrasi dan dukungan ke KPU RI. kepada jurnalis, Senin (1/7) Juru bicara KPU Provinsi Bengkulu, Zainan Sagiman, SH mengharapkan hasil verifikasi faktual (virtual) perbaikan dukungan calon DPD yang dilakukan KPU kabupaten/kota harus diserahkan ke KPU provinsi paling telat Kamis (4/7).

“Penyusunan berita acara vertual perbaikan dukungan dan administrasi ini dibatasi hingga Sabtu, 6 Juli. Sebab 7 sampai 16 Juli, KPU RI sudah harus meneliti berita acara vertual perbaikan dukungan dari KPU provinsi,” jelasnya

Alasan ini dipaparkan Zainam karena KPU RI jugas sudah menjadwalkan pada 17 hingga 23 Juli KPU RI akan menyusun daftar calon sementara (DCS) anggota DPD RI untuk Dapil Provinsi masing-masing.

“Jadwalnya jelas yakni mengacu pada PKPU no 06 tahun 2013 tentang perubahan ke empat atas PKPU no 7 tahun 2012 tentang tahapan, Program, dan Jadual penyelenggaraan pemilu DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014. Oleh karena itu, jika lewat dari tanggal yang ditetapkan dalam PKPU tersebut tidak bisa diakomodir lagi,” katanya.

Dari ke tujuh balon yang diverifikasi terdapat 3 bakal calon DPD yang baru mengikuti proses verifikasi faktual tersebut yakni Ahmad Hamim Wicaksono, Wafa Abdullah, dan Muhammad Kosim tentu ini menjadi kesempatan terakhir, karenanya jika masih banyak temuan dukungan fiktif di kabupaten/kota, kemungkinan dicoret dari pencalonan menguat. Karena berkasnya dianggap tidak memenuhi syarat (TMS).
“ika masih ada balon yang dukungannya kurang dari 2 ribu KTP, maka dicoret dari pencalonan karena berkasnya dianggap TMS, karena Vertual ini kesempatan terakhir sebelum penetapan daftar calon sementara (DCS),” ujar Zainan.

Kepada awak media Zainam mengatakan KPU Provinsi tidak akan memberikan toleransi lagi, ini sudah menjadi aturan KPU RI.

“Baik kepada balon DPD yang melakukan perbaikan dukungan karena dukungannya masih kurang setelah divertual maupun balon yang sempat dianulir karena tidak menyertakan pernyataan dukungan saat mendaftar, KPU Provinsi tidak akan memberikan toleransi lagi, ini sudah menjadi aturan KPU RI,”Demikian Zainam.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *