SBY Minta Polri Tindak Tegas FPI

Oleh Tgl: July 21, 2013
fpi3

Saya telah menginstruksikan pada Polri dan penegak hukum untuk tidak membiarkan kejadian kerusuhan, menegakkan hukum, mencegah konflik horizontal, dan mencegah elemen manapun, termasuk Front Pembela Islam (FPI), melakukan tindakan perusakan

Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA – Posisi negara jelas, tidak menoleransi tindakan perusakan. Oleh karena itu Presiden menginstruksikan pada Polri untuk menindak siapapun yang melakukan tindak kerusuhan dan perusakan.

“Saya telah menginstruksikan pada Polri dan penegak hukum untuk tidak membiarkan kejadian kerusuhan, menegakkan hukum, mencegah konflik horizontal, dan mencegah elemen manapun, termasuk Front Pembela Islam (FPI), melakukan tindakan perusakan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai menghadiri buka bersama 5 ribu anak yatim dengan Pertamina, di JI-Expo, Jakarta, Minggu (21/7) petang.

Presiden SBY terus mengikuti perkembangan kejadian benturan antara elemen FPI dan masyarakat di Jawa Tengah, beberapa hari lalu. Segera setelah mendapat laporan dari Kapolri dan Menko Polhukam tentang peristiwa tersebut, Presiden meminta dilakukan penanganan tegas. Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah yang diharapkan sehingga bentrokan tidak berkembang lebih luas lagi.

Presiden mengingatkan bahwa di bulan suci Ramadan ini semua pihak harus saling menghormati. “Kita harus menahan diri, mencegah tindakan-tindakan yang membatalkan puasa, termasuk tindak kekerasan, perusakan, dan tindakan main hakin sendiri,” ujar SBY.

Indonesia memiliki hukum dan tatanan yang berlaku, tidak boleh ada elemen manapun yang menjalankan hukum sendiri, apalagi mengatasnamakan agama. “Kalau atas nama Islam, Islam itu tidak identik dengan kekerasan, tidak identik dengan main hakim sendiri, dan tidak identik dengan perusakan. Kalau ada elemen yang melakukan seperti itu dan mengatas namakan Islam justru mencederai dan memalukan nama Islam,” Presiden menegaskan.

“Posisi negara jelas, posisi saya jelas. Kita tidak memberikan toleransi pada siapapun yang melakukan tindakan perusakan, kerusuhan, dan main hakim sendiri serta tindakan yang bertentangan dengan hukum di negeri ini,” Presiden menandaskan.

Atas adanya kejadian ini, SBY meminta kepolisian untuk terus mengawal dan menjaga ketenteraman bulan suci Ramadan. “Marilah kita menghormati bulan suci dengan cara mencegah tindakan apapun yang hanya menimbulkan keonaran, kerusakan, dan aksi anarkis yang tidak perlu,” ajak Presiden.

Saat menyampaikan keterangan ini Presiden didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Jaksa Agung Basrief Arif, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *