SBY Gelar Peringatan Nuzulul Quran di Istana

Oleh Tgl: July 27, 2013

Saya mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah melalui Baznas dan lembaga amil zakat di daerah-daerah sebagai bagian dari amal saleh kita untuk memberikan hak-hak kaum miskin dan kaum dhuafa di negeri kita

Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta – Di tengah-tengah peradaban manusia yang penuh dengan kekacauan dan kegelapan, Alquran diturunkan sebagai penerang, lebih dari 14 abad yang lampau. “Karena ayat-ayat Alquran sejatinya merupakan tuntunan Illahi, ditujukan untuk memberi jalan kebaikan bagi manusia, di dunia maupun di akhirat,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden menyampaikan hal ini dalam sambutan peringatan Nuzulul Quran 1434 H atau hari turunnya Alquran, di Istana Negara, Jumat (26/7) malam. Peringatan ini dilaksanakan setiap malam ke-17 Ramadan.

Melalui momentum peringatan Nuzulul Quran, lanjut Presiden, kita diingatkan untuk lebih banyak membaca Alquran, memahami kandungan isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan kita. Presiden juga mengingatkan kita untuk lebih peduli terhadap kaum miskin dan duafa.

Rabu (24/7) kemarin, SBY menerima dan menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Semestinya, ujar SBY, dengan peningkatan ekonomi dan makin banyaknya kelas menengah di tanah air pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah akan jauh lebih besar lagi nilainya.

“Saya mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah melalui Baznas dan lembaga amil zakat di daerah-daerah sebagai bagian dari amal saleh kita untuk memberikan hak-hak kaum miskin dan kaum dhuafa di negeri kita.” ajak Presiden SBY.

“Melalui momentum peringatan Nuzulul Quran malam ini, marilah kita bangun kebersamaan, persatuan, dan kesetiakawanan kita dalam membangun bangsa dan negara kita menuju bangsa dan negara yang lebih maju, adil, terhormat dan sejahtera,” SBY menegaskan.

Sebelumnya, dalam uraian hikmah Nuzulul Quran 1434 H, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama Achmad Gunaryo menjelaskan nilai kompebabilitas antara demokrasi dan agama masih dalam proses pencarian. Belum ada modelnya di dunia ini. “Kita harus menjadi model bagi diri kita sendiri. Seluruh dunia sedang menunggu eksperimen ini,” kata Achmad Gunaryo.

Keberhasilan Indonesia saat ini untuk menyandingkan demokrasi dan agama haruslah disyukuri dan perlu dikembangkan bahwa demokrasi adalah nikmat dari Allah SWT.

Hadir dalam kesempatan ini Wapres Boediono dan Ibu Herawati, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, Menhut Zulkifli Hasan, dan Menteri PU Joko Kirmanto. Hadir pula Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arif, para duta besar negara sahabat.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *