Raperda Penyutikan Modal Bank Bengkulu 200 Miliar disetujui

Oleh Tgl: July 12, 2013
bank Bengkulu

alasannya apa?. Apakah Bank Bengkulu ini sudah kolaps, apakah terjadi pengambilan Kas secara besar-besaran atau stabilitas ekonomi Bengkulu sudah goyang, atau ekonomi kita merasa terganggu, ini kan aman-aman saja, Kalau ini disahkan, saya sebagai orang pertama yang tidak setuju

M.Sis Rahman

BENGKULU – Meskipun berlangsung alot dan menuai pro dan kontra diinternal dewan, namun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi akhirnya menyetujui Raperda tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Bengkulu pada PT Bank Bengkulu (BB) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Raperda yang diserahkan oleh dewan untuk dibahas pada komisi II saat disampaikan juru bicara Komisi II H. Suharuddin Derus SH, pada Paripurna DPRD Provinsi, Kamis (11/7) memaparkan sebelumnya penyertaan modal pada bank Bengkulu hanya 100 miliar namun setelah pembahasan disepakati komisi II tambahan modal sebesar Rp 200 miliar melalui deviden dalam jangka waktu tidak ditentukan.

“Awalnya penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar yang disetorkan bertahap sebesar Rp 25 miliar pertahun mulai 2013 sampai 2016, belum bisa terpenuhi. Karena keuangan daerah dianggap belum mampu mengalokasikan penyertaan modal Rp 25 miliar pertahun,” Ungkapnya mengenai Raperda inisiatif para dewan ini.

Suharuddin Menambahkan tujuan penyuntikan atau penambahan modal pada bank Bengkulu adalah untuk memperkuat payung hukum peraturan daerah, membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan PAD dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat di provinsi Bengkulu.

Namun karena tidak sejalan, laporan dari komisi II ini menuai kritikan dari anggota Fraksi Raflesia Bersatu, M Sis Rahman, S.Sos, MM, menurut Sis Raperda ini tidak masuk akal karena dengan 100 miliar saja APBD tidak mampu apalagi dengan angka 200 miliar, selain itu dari internal fraksi Raflesia bersatu belum ada kejelasan mengenai kesepakatan tentang raperda ini.

“Yang pertama saya minta dicabut dulu kalimat pengunci yang disampaikan oleh komisi II seolah-olah hasil pembahasan komisi II ini sudah presentatif dari seluruh fraksi-fraksi ynag ada, ini 200 miliar perlu kita ingatkan tolong itu dicabut dulu karena dari fraksi raflesi Bersatu sampai hari ini belum ada kesimpulan untuk meneruskan atau ditunda ini menjadi perda,”Ungkapnya.

Selanjutnya Sis mempertanyaan alasan penyertaan modal tersebut karena kalau dilihat dari angka yang akan dikucurkan, dana 200 M tersebut sama dengan setengah proyek multiyear , apalagi kalau dilihat dari konsisi bank Bengkulu yang sampai hari ini tidak ada persoalan di bidang modal bahkan Bank Bengkulu mendapat predikat Baik.

“saya ingatkan lagi jumlah Rp 200 miliar ini hampir sama dengan setengah proyek multiyear untuk mengerjakan 50 paket, artinya luar biasa, kemudian kalau ini menjadi permintaan Bank Bengkulu untuk menambah modal ini, alasannya apa?. Apakah Bank Bengkulu ini sudah kolaps, apakah terjadi pengambilan Kas secara besar-besaran atau stabilitas ekonomi Bengkulu sudah goyang, atau ekonomi kita merasa terganggu, ini kan aman-aman saja, Kalau ini disahkan, saya sebagai orang pertama yang tidak setuju,”Ungkapnya dengan nada yang keras.

Senada dengan Sis Rahman, anggota Fraksi Golkar Herry Alfian AK, SSos, MSi.mempertanyakan masalah teknis pengelolaan keuangan penyertaan modal sebesar Rp 200 miliar dari deviden tidak jelas.

“Harus jelas hingga tahun berapa pembagian devvidennya itu, Apakah penyertaan modal dari deviden ini masih berlangsung hingga anggota dewan pada periode 2019-2024 atau sampai kapan, Untuk itu saya harap kita tidak boleh gegabah dan harus hati-hati, iniuang Negara,” ungkapnya.

Tidak terima dituding ada permainan dari raperda tersbeut, Ketua Komisi II Lukman, SP menjelaskan, penyertaan modal bukan inisiatif Komisi II, tapi inisiatif Badan Legislasi. Setujui Lukman Wakil Ketua Komisi II Yulian Heronafdi menjelaskan penambahan penyertaan modal dilakukan agar Pemprov sebagai pemegang saham mayoritas tetap bertahan dan Penambahan penyertaan modal itu untuk PT Bank Bengkulu mencapai regional champion bank.

Meskipun menuai pro dan kontra keputusan akhir tetap ada diambil berdasarkan keputusan bersama dan berdasarkan kesepakatan anggota dewan yang hadir raperda penyertaan modal bank Bengkulu disepakati sebesar Rp 200 miliar, disetorkan setiap tahun minimal sebesar deviden diterima dan dalam Jangka waktu setoran berakhir sampai terpenuhinya penyertaan modal dimaksud.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *