Ramadhan, Pengunjung Rumah Bung Karno Sepi

Oleh Tgl: July 28, 2013

Ya gitu masyarakat Indonesia kan lebih condong suka ke mall dari pada berkunjung ketempat bersejarah

Diki

BENGKULU – “Ya gitu masyarakat Indonesia kan lebih condong suka ke mall dari pada berkunjung ketempat bersejarah,” Ungkap Diki penjaga Rumah Bung Karno ketika ditanya wartawan mengapa tempat bersejarah yang manjadi point of interest Provinsi Bengkulu ini sepi.

Dari pantauan jurnalis bengkuluonline.com, Minggu (28/7) sore tidak terlihat aktivitas pengunjung padahal biasayan diakhir pekan menjadi moment individu dan keluarga untuk berekreasi atau cuci mata ke tempat tujuan wisata.

“Ya gini, Anda bisa lihat sendiri, anda sudah duduk disini sekitar dua jama, anda bias lihat ada aktivitas pengunjung tidak ?,” Ungkapnya .

Bekas Kediaman sang proklamator dan ibu Fatmawati ini berlokasi anggut tepat dipinggir jalan, untuk menikmati suguhan sejarah di rumah permanen ini, pengunjung hanya di kenakan tariff 2500 rupiah, sayangnya menurut Diki dengan tarif yang sudah murah seperti itu masih saja pengunjung sepi dan menurutnya perhari yang datang 5 sampai 10 orang.

“kalau pengunjung itu tergantung momenya, tapi kalau sehari-harinya ya gini lah kondisinya sepi,” Tambahnya.

Rumah tempat dimana Bung Karno diasingkan pada tahun-tahun 1938 sampai 1942 ini diprediksi sudah ada sejak tahun 1918 silam, diceritakan Diki kurangnya minat terhadap objek bersejarah ini karena kurangnya pengethaun masyarakat local terhadap fungsi sejarah.

“Gimana ya masyarakat kita beda dengan masyarakat luar, mereka kurang memahami jati dirnya sendiri (Dengan nada yang data), walaupun sejarah itu sendiri benda mati dan padahal kalau mau di gali ada banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari sini,” Pungkasnya.

Padahal menurutnya kalau bukan orang Bengkulu ynag mengunjungi, objek wisata ini tidak akan maju dan bermakna karena wilayah Bengkulu sendiri kurang terkenal diluar.

“Gimana mau menarik pengunjung dari luar, kita ini kan wilayahnya tersembunyi, memang ada orang dari luar provinsi yang berkunjung namun mereka yang berkunjung itu buka karena niat utamanya berkunjung tetapi karena ada keluarganya disini, berkunjung keseni dan sekalian ngunjungi wisatanya, seringnya sih begitu,” katanya.

Sama dengan pegawai yang lain, Diki bercerita bahwa dibulan puasa seperti ini dirinya mendapat jatah pengurangan jam kerja, jika biasa pulang kerja 17.30 wib saat ini dikurangi 30 menit dari jam kerja biasa.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *