Presiden Instruksikan Sebagian Napi TG Direlokasi ke LP Lain

Oleh Tgl: July 14, 2013
New Picture (3)

Sebagian besar perkantoran adalah akses masuk dari lapas, maka perlu ditambahakan tenaga pengamanan

Djoko Suyanto

Jakarta,(Bengkulu Online)- Karena Lembaga Pemasyarakat (LP) Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, sudah melebihi kapasitas, Presiden SBY meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM agar sebagian narapidana direlokasi ke LP lain. LP Tanjung Gusta sendiri perlu direhabilitasi, khususnya untuk ruang kantor dan insfratruktur di dalamnya.

“Sebagian besar perkantoran adalah akses masuk dari lapas, maka perlu ditambahakan tenaga pengamanan,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto, usai rapat terbatas di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7) siang.

Pemindahan napi dan perbaikan LP Tanjung Gusta merupakan dua dari delapan direktif Presiden SBY yang merupakan hasil rapat di Halim PK ini.

Instruksi lainnya, lanjut Menko Polhukam, menambah tenaga pengaman. Kemudian, instruksi untuk mengejar para napi yang melarikan diri.

Kelima, Presiden memerintahkan Kapolri membetuk tim investigasi yang mendalam terkait kerusuhan di LP Tanjung Gusta. Keenam, Menkumham diminta segera memerintahkan seluruh LP untuk meningkatkan kewaspadaan. “Terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan dasar napi yang harus dapat dipenuhi dengan baik,” Djoko Suyanto menjelaskan.

Mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99, lanjut Djoko, Presiden memerintahkan untuk membuat aturan pelaksanaan yang jelas. PP tersebut sebetulnya semangatnya memberikan efek jera terhadap para napi terorisme, narkoba, dan korupsi. “Kalau mengacu kepada aturan yang ada di dalam PP tersebut, masih dirasakan belum cukup untuk kejelasan para napi,” Djoko menambahkan.

Terakhir, SBY meminta Menkumham mengkaji kembali rehabilitasi seluruh LP. “Apabila dana APBN dirasa masih kurang untuk mengatasi over capacity LP yang ada, pemerintah akan menambah angggaran untuk membangun LP baru atau memperluas LP yang ada,” ujar Menko Polhukam.

Sejak tahun 2010, pemerintah telah mengalokasikan dana ABPN lebih dari satu triliun rupiah setiap tahunn untuk rehabilitasi maupun perluasan LP. Memang LP Tanjung Gusta masih tidak memadai. “Aparat dan petugas sekarang berusaha merehabilitasi fasilitas-fasilitas yang ada,” Djoko menerangkan.

Saat ini di LP Tanjung Gusta tercatat ada 2.599 napi, sementara kapasitasnya hanya mampu menampung 1.554 napi. Dari kasus kemarin, terdata 212 napi melarikan diri. Dari jumlah tersebut tertangkap kembali 94 orang, dalam pengejaran 118 orang.

Menurut Djoko, lima napi teroris tertangkap kembali dan empat orang masih dalam pengejaran. Ada pula lima napi teroris yang tidak lari ketika insiden kerusuhan dan pembakaran LP Tanjung Gusta terjadi.

Di awal keterangannya, Djoko Suyanto menjelaskan emicu utama keributan di LP Tanjung Gusta adalah karena matinya listrik yang mengakibatkan macetnya aliran air seharian. “Hal ini menimbulkan keresahan dan kemarahan para napi sehingga mereka melakukan tindakan pembakaran,” kata Djoko.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *