Peringatan Hari Anak Nasional, SBY Minta Anak Lebih Rajin

Oleh Tgl: July 24, 2013
BUTUH PENGAWASAN - Dua bocah SD berjalan bergadengan saat pulang sekolahnya di Jalan Syech Nawawi Al- Bantani,Kecamatan Curug, Kota Serang, kemarin. Dibutuhkan pengawasan dari orangtuanya saat berangkat ataupun pulang sekolah untuk mengantisipasai penculikan.FOTO : DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA

Di tangan anak-anak Indonesia lah terletak masa depan bangsa dan negara kita

Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2013 di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (23/7) sore. HAN tahun ini mengambil tema ‘Yang Ramah dan Peduli Anak Dimulai Dari Pengasuhan dalam Keluarga’. Dalam kesempatan ini Presiden SBY dan Ibu Ani juga berbuka puasa bersama anak-anak yang hadir memeriahkan acara.

Presiden berharap dengan peringatan HSN ini anak-anak Indonesia semakin rajin menuntut ilmu, giat berolahraga, kreatif dalam karya seni, dan lebih berbakti kepada kedua orang tua. “Di tangan anak-anak Indonesia lah terletak masa depan bangsa dan negara kita,” ujar Presiden SBY. “Kalian semua adalah pewaris negeri dan penentu maju mundurnya negara dan bangsa kita di masa yang akan datang,” Presiden menambahkan.

Anak, SBY melanjutkan, akan tumbuh dengan baik jika semua cinta, peduli, dan ramah pada anak. “Cinta kasih, keramahan, dan kepedulian itu harus dimulai dari kehidupan keluarga yang harmonis,” kata Kepala Negara,

Tema HSN 2013 ini diharapkan menjadi inspirasi dan memotivasi kita untuk meningkatkan kepedulian pada pemenuhan empat hal pokok bagi anak-anak. Keempat hal pokok tersebut adalah hak perawatan dan pengasuhan, hak kesehatan, hak pendidikan dan rekreasi, dan hak perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Dalam laporannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari menjelaskan, berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah anak Indonesia ada 34.6 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 80 juta jiwa. “Anak adalah bagian masa kini dan pemilik masa depan. Tentu kewajiban kita untuk menyiapkan dan mengantarkan anak Indonesia menjadi manusia yang cerdas, mandiri, bertanggung jawab, dan cinta tanah air serta berakhlak mulia,” kata Linda Amalia.

Pada kesempatan ini Ibu Ani mendapat peghargaan Adicipta Lokatara Utama dari Kemendikbud atas jasa-jasanya mengintegrasikan sarana dan prasarana dalam konsep sentra buku, komputer, dan griya melalui program Rumah Pintar. Saat ini 339 Rumah Pintar sudah tersebar di seluruh Indonesia. Konsep ini juga menjadi panutan oleh negara tetangga dalam mengembangkan pendidikan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menkumham Amir Syamsudin, Mendikbud Mohammad Nuh, Mensos Salim Segaf Aljufri, dan Seskab Dipo Alam.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *