Penahanan Pedagang, 3 Akhirnya Ditetapkan TSK

Oleh Tgl: July 10, 2013
psr

Mereka kita tetapkan menjadi tersangka, Jumlahnya ada Tiga pedagang yang kita tetapkan dan dijerat dengan pasal yang berbeda

Iksantyo Bagus Pramono

BENGKULU,JB – Kelanjutan dari penahanan 13 pedagang pada Senin malam (8,/7) dan sempat diamankan Polres Bengkulu, berujung pada penetapan tersangka tiga dari 13 pedagang.

Mereka yang ditangkap Senin malam hingga Selasa dinihari menurut Kapolres Bengkulu, AKBP. Iksantyo Bagus Pramono menyampaikan Tiga pedagang yang akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (8/9) malam dijerat dengan pasal pidana berbeda, Hanafi (43) dijerat Pasal 160 KUHP Tentang Penghasutan junc to Pasal 55 KUHP tentang turut serta dalam tindak pidana, Edi Hendra (43) dijerat UU Pasal 160 KUHP Tentang Penghasutan dan Pasal 63 UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, Dan Hasan Basri (52) dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam.

“Mereka kita tetapkan menjadi tersangka, Jumlahnya ada Tiga pedagang yang kita tetapkan dan dijerat dengan pasal yang berbeda,”Ungkapnya

Menganai nasib 10 lainnya, Pihak Kepolisian sudah melepaskannya dan hanya berstatus saksi, 10 pedagang yang berstatus saksi adalah Darwan Darmadi (30), Elma Suryani (42), Marhasan Pan­jaitan (50), Saidina bin Karman (53), Ahmad Rafiq (40), Selamat Tamba (45), Zainal Adnan (60), M. Ali Hanafia (18), Fitri Muis (41) dan Rudi Saputra (20).

Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu, Melalui Walikota H. Helmi Hasan, SE, Rabu (10/7) berencana menertibkan seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di tempat-tempat yang dinyatakan melanggar peraturan dan secara bertahap akan menertibkan pedagang di Pasar Subuh Mandiri.

“Kita akan tertibkan semuanya, namun tidak bisa langsung, ya secara bertahap. Semua akan kita tertibkan, baik pedagang Pasar Subuh, PKL Pasar Panorama, maupun pedagang yang berjualan di Jalan KZ Abidin I,” kata “Semua kami tertibkan namun secara bertahap, karena kan tenaga kami terbatas. Jadi tidak bisa langsung keseluruhan,” katanya.

walikota menambahkan kebijakan relokasi dari pasar Subuh ke Pasar Barukoto untuk kebaikan pedagang sendiri, karena pasar Barukoto disiapkan nyaman, repsresentatif untuk berdagang dan tidak banyak mengeluarkan biaya seperti biaya-biaya yang sering diminta di pasar Subuh.

Mengenai opini pedagang tentang walikota yang tidak adil sebab hanya pedagang di lokasi tersebut yang direlokasi sedangkan pedagang kaki lima lainnya dibiarkan tetap berjualan dengan bebas, Helmi menjelaskan bahwa pemerintah tidak tebang pilih dalam rangka penertiban pedagang kali lima yang berjualan di Kota Bengkulu, hanya saja proses relokasi itu dilakukan secara bertahap.

“Tidak benar itu, kita relokasinya secara bertahap, pemerintah tidak pernah pilih-pilih untuk menertibkan pedagang, cuman yang kebagian pertama di Pasar Subuh, namun kita akan menertibkan yang lainnya juga setelah pasar subuh ini selesai,” katanya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *