Paripurna Molor 3 Jam, Eksekutif Banyak Tertidur

Oleh Tgl: July 1, 2013

Kelebihan anggaran dengan nilai ratusan milyar rupiah sisa anggaran daerah tahun lalu menyebabkan terhambatnya sejumlah pembangunan, akibatnya bagi masyarakat uang rakyat tersebut menjadi tidak ada manfaatnya, hal ini lantaran lambannya proses lelang saat itu yang memang tengah bermasalah

Asnawi A Lamat

BENGKULU,JB- Akibat tidak satupun anggota dewan yang terhormat datang tepat waktu pada Rapat Paripurna hari ini, Senin (1/7) tidak sedikit para pejabat eksekutif yang akhirnya menyia-nyiakan kewajibannya di pemerintahan, pasalnya mereka yang telah hadir selama 3 jam menunggu dimulainya rapat banyak yang memilih tertidur akibat molornya jadwal rapat.

Suasana ruang sidang DPRD Provinsi yang seharusnya dimulai pukul 10.00 wib diwarnai dengan sejumlah aktivitas tidak biasa para eksekutf Pemerintah Provinsi ada yang tertidur bermain handphone atau mengbrol.

Gambaran yang berlangsung selama 3 jam ini bukan sengaja dilakuakn pejabat pemerintahan tersebut melainkan lantaran tidak satupun anggota dewan yang terhormat tidak tepat waktu pada paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban eksekutif atas pandangan fraksi terhadap laporan sisa lebih penggunaan anggaran Provinsi Bengkulu tahun 2012 yang mencapai 241 milyar rupiah lebih.

setelah menunggu hampir 3 jam barulah para wakil rakyat tiba di ruang sidang dan paripurna pun dimulai, pada jawabannya Gubernur Bengkulu yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Asnawi Alamat menjelaskan kelebihan anggaran dengan nilai ratusan milyar rupiah sisa anggaran daerah tahun lalu menyebabkan terhambatnya sejumlah pembangunan, akibatnya bagi masyarakat uang rakyat tersebut menjadi tidak ada manfaatnya lantaran lambannya proses lelang saat itu yang memang tengah bermasalah.

“Kelebihan anggaran dengan nilai ratusan milyar rupiah sisa anggaran daerah tahun lalu menyebabkan terhambatnya sejumlah pembangunan, akibatnya bagi masyarakat uang rakyat tersebut menjadi tidak ada manfaatnya, hal ini lantaran lambannya proses lelang saat itu yang memang tengah bermasalah,”Tukasnya melaporkan kepada para wakil rakyat.

Meski akhirnya paripurna dapat berjalan normal namun akibat keterlambatan ini mau tidak mau pejabat eksekutif menyia-nyiakan waktu utnuk mejalankan kewajiban kedinasannya di pemerintahan.

Sementara itu, pejabat eksekutif sendiri memilih tidak berkomentar karena menghindari perselisihan lagi dengan legislative.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *