Napi di Lapas Malabro Bengkulu Melampau Batas Tampung

Oleh Tgl: July 14, 2013

Kapasitas tampung lampaskan Cuma 250 orang sedangkan narapidana yang ada saat ini telah mencapai angka 702 orang jadi kondisinya ya sepintar- pintar kitalah untuk memberikan pelayana yang baik pada mereka, terutama saya sampakan kepada bawaha bahwasanya kita ini memelihara manusia yang agak eror.

Abdul Aris Bc.ip, S.sos

BENGKULU-JB, Pasca tragedi kaburnya narapidana (Napi) dilapas tanjung gusta medan sedikit banyaknya mempengaruhi laps-lapas diseluruh Indonesia untuk meningkatkan keamanan dilapas mereka terkucuali Lapas malabro yang berada dikampung kel. Malabro kota Bengkulu.

Menurut kepala lapas Abdul Aris Bc.ip, S.sos tragedy di lapas Tanjung Gusta Medan tidak berdampak pada penghuni lapas di bengkulu dan kondisi lapas masih dalam kondisi yang kondusif dan stabil.

“Syukur meskipun tetap menjaga keamanan lapas Tanjung Gusta Medan tidak berdampak pada penghuni lapas di bengkulu dan kondisi lapas masih dalam kondisi yang kondusif dan stabil,”Ungkapnnya.

Seperti diketahui bahwa kaburnya Narapidana yang ada di lapas Tanjung Gusta Medan sudah isu yang hangat dikalang masyararakat baik nasionalmaupun ketingkat Intenasional karena kurang lebih 200 narapidana dari kasus yang berbeda termasuk narapidana kasus terorisme kabur dan belum ditemukan sampai saat ini.

Abdul Aris Bc.ip, S.sos menambahkan penyebab kaburnya narapidana di lapas Tanjung Gusta Medan berawal dari tidak tertampungnya kapasitas lapas dengan jumlah nara pidana.

Hal ini diperparah dengan tidak tesedianya air dan sering mati lampu atau pemadaman listrik sehinga narapidana merasa gerah terhadap kondisi tersebut dan terjadi tragedi kaburnya narapidana. Ini merupakan hal klasik dan terjadi juga pada seluruh Lapas yang ada di indonesia termasuk lapas malabro.

“Kapasitas tampung lampaskan Cuma 250 orang sedangkan narapidana yang ada saat ini telah mencapai angka 702 orang jadi kondisinya ya sepintar- pintar kitalah untuk memberikan pelayana yang baik pada mereka, terutama saya sampakan kepada bawaha bahwasanya kita ini memelihara manusia yang agak eror. Maka, gunakanlah pendekatan yang bijaksana sehinga mereka mau mengikuti kita dengan kesadara”, Ungkapnya.

Kalapas menembahkan diperlunya pendekatan yang menghargai Hak setiap narapidana secara adil dan tidak diskriminasi agar tehindarnya konflik dikalangang narapidana, langkah-langkah yang kita lakukan adalah banyak hal terutama dalam bulan ramadhan ini kita melakukan sholat teraweh secara bergilir 6 kamar permalam yang kawal oleh 10 orang petugas, melakukan olahraga pagi dan banyak hal-hal yang produktif untuk menunjang kretivitas mereka.

“Kita berusaha melakukan aktivitas-aktiviatas yang positif untuk membangun kesadaran mereka dan melakukanya dengan bijaksana dan tidak deskriminasi, pasca kejadian lapas Tanjung Gusta adalah hal yang positif yang mengutungkan narapidana yaitu dengan di PK PP. No 99 tahun 2012 tentang remis dan asimilasi bagi narapidana kasus Narkotika, ilegal loging korupsi dan terorisme” dengan ketentuan bagian yang dijatuhi hukum sebelum pelaturan itu dikeluarkan akan kembali mengunakan aturan lama yaitu PP no 28 tahun 2006. Tungkas Kalapas ( CW7)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *