Mie Berformalin Disinyalir Dari Kota Lubuklinggau

Oleh Tgl: July 29, 2013

kami kan kalau di Lubuklinggau tidak masuk dalam pengawasan namun kami akan berkoordinasi dengan balai POM Palembang,

Drs. Syafrudin T, APT

BENGKULU – Mie makanan instan yang sangat disukai berbagai kalangan, berbagai macam bentuk mi salah satunya mi kuning basah di saat Ramadhan seperti ini keberadaan mi kuning basah sangat tinggi yang disajikan untuk paduan rujak.

Berbicara soal mie sebelumnya Tim Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu bersama dengan Dinas Kesehatan, pada Senin (15/7) lalu menemukan dua sample jajanan bukoan atau takjil yang dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya jenis formalin dan salah satunya adalah mi basah.

Kasi Pemeriksaan dan penyelidikan BPOM Drs. Syafrudin T, APT, Senin (29/7) mengungkapkan saat ini pihak BPOM sedang menurunkan tim ivestigasi untuk memantau perkembangan pembuatan mi dilapangan.

“Inikan sampling kita, Kemudian hari ini kami sedang mengeluarkan tim investigasi untuk memantau perkembangan dari pabrik mi tersebut,” Ungkapnya.

Namun, Ungkap Syafrudin saat ini BPOM sudah mengantongi sumber daerah pemasok formalin yakni Kota Lubuklinggau, untuk daerah Kota Bengkulu pihaknya sendiri masih mengumpulkan informasi dan fakta apakah ada pemasok dari kota raflesia ini.

“Kita sudah dapat informasi bahwa mi yang dijual dalam bentuk takjil tersebut dari mie kiloan yang dijual bebas di pasaran, kalau dari tahun ke tahun mi berformalin ini asalnya dari daerah tetangga kita yakni Lubuklinggau,” Tambahnya lagi.

Ditambahkannya lagi informasi tersebut baru hasil sementara dan belum dipastikan kebenaraannya namun jika benar ada maka pihak BPOM akan bertindak tegas jika diluar Bengkulu akan berkoordinasi dengan BPOM di wilayah itu.

“kami kan kalau di Lubuklinggau tidak masuk dalam pengawasan namun kami akan berkoordinasi dengan balai POM Palembang, kita tidak bisa asal anu saja, kalau di Bengkulu kita yang nindak lanjuti kita akan awasi apakah dia pemain baru ataukah hanya musiman,” tambahnya.

Menurutnya keberadaan mi basah yang sengaja dibuat melanggar Undang-Undang tentang Pangan nomor 18 tahun 2012 dan dikenai pidana serta denda.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *