Mendagri : Pilkada Paketan Tidak Efektif

Oleh Tgl: July 6, 2013
Mendagrii

Bengkulu, (Bengkulu Onlline)- Menteri dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan pemilihan Kepala Daerah baik Gubernur, Walikota sampai ke tingkat Bupati ynag satu paket dinilai tidak efektif.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gamawan saat pelantikan wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bahtiar najamuddin, Kamis (4/7) menurutnya pemilihan satu paket tidak menciptakan keharmonisan dan menciptkan kekisruhan diantara pendukung masing-masing.

“Pemilihan langsung satu paket itu biasanya ada saja yang memberikan info kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah, ynag memberikan info kepada wakil kepala daerah misalnya seperti ini kemarinkan kepala daerah tidak terpilih cuman karena wakil kepala daerahnya kuat jadi terpillih begitu pun sebaliknya yang dating ke Kepala daerah ngomongnya juga begitu..sebenarnya wakil kepala daerah itu diam saja, kita yang kuat, bagaimana mau membuktikan siapa yang kuat ? dia satu paket, itulah ynag menyebabkan keharmonisannya cepat berlalu,”Pungkasnya.

Saat ini mendagri sedang merancang pemilihan kepala daerah dengan metode masyarakat hanya  memilih gubernur atau bupati saja.Posisi wakil gubernur maupun wakil bupati akan dipilih oleh DPRD, namun sebelumnya gubernur ataupun bupati akan mengajukan 3 nama ke DPRD Provinsi untuk dilakukan pemilihan dan yang dicalonkan sebagai wakil kepala daerah,tidak harus dari kalangan birokrasi,namun juga berasal dari kalangan partai politik/ ataupun instansi.

“Oleh karena itu yang berharap DPRD dapat membantu pemerintahan yang baik, pemerintahan yang tenang, damai, dan stabil di daerah, saya berharap nanti kalau bisa wakil kepala daerahnya dipilih oleh DPRD, namun sebelumnya harus mengajukan 3 nama dahulu, kalau sudah seperti ini tidak akan bias selingkuh lagi,”Ujarnya lagi dihadapan 45 anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Gamawan Menambahkan alasannya merangcang system pemilihan kepala daerah seperti ini agar jalannya pemerintahan di daerah berlangsung efektif,serta untuk menghindari perpecahan antara kepala daerah dengan wakil kepala daerah, karena system ini Sistem  untuk mengefektifkan jalannya pemerintahan,juga dinilai lebih tepat, apalagi kondisi di beberapa daerah tidak sama.Di daerah papua,penduduknya hanya 12 ribu orang namun tetap memiliki wagub,sementara di jawa barat dengan jumlah penduduk mencapai 46 juta jiwa,wagub yang dimiliki cuma satu.

Sayangnya sistem pilkada seperti ini belum disahkan. karena belum memperoleh persetujuan dari DPR RI nanti Bila sudah disetujui maka akan dimasukkan dalam undang undang.

“Ini baru rancangan, nanti Bila sudah disetujui maka akan dimasukkan dalam undang undang dan diterapkan,’Ujarnya.(Cy*)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *