Mahasiswa Tuding Walikota Jago Berjanji

Oleh Tgl: July 12, 2013

Kita pesimis soalnya sampai saat ini masih banyak pedagang mengeluh dengan sepinya pengujung yang berbelanja di pasar baru koto tersebut

Kiki Candra

BENGKULU-JB, Mahasiswa menuding Walikota H. Helmi Hasan, SE pandai melontarkan janji, ini dinilai Mahasiswa dari janji walikota yang secara berkelanjutan akan mengintruksikan dan mengakomodir PNS yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk berbelanja di pasar baru koto.

Koalisi mahasiswa pro rakyat ketua Umum HMI Cabang Bengkulu melalui Kabid Partisipasi Pembagunan Daerah (PPD) Kiki Candra misalnya yang pesimis akan wali kota akan mampu mengakomodir seluruh PNS yang ada dilingkungan Pemerintah kota Bengkulu untuk berbelanja di pasar barukoto II, karena sampai saat ini pedaga masih mengeluh dengan sepinya pengujung yang berbelanja di pasar baru koto tersebut.

“Kita pesimis soalnya sampai saat ini masih banyak pedagang mengeluh dengan sepinya pengujung yang berbelanja di pasar baru koto tersebut,” Tukasnya.

akan janji walikota dirinya menilai bahwasanya janji wali kota hanya sebatas pengembira untuk pendagang saja dan hanya rekayasa dan tidak berjalan secara efektif.

“Janji wali kota ini hanya sekedar hal pengembira ajo untuk pedangan, dan jugo itu tidak akan efektif, apo betul seluruh PNS itu bias berbelanja dibarukoto II itu, bagaimana PNS yang ada dikampung melayu, selebar dan air sebakul yang jaraknya jauh dari pasar barukoto, hanyalah jargo kosongan untuk mengembirakan hati pedagang eks pasar subuh saja,” Ungkapnya kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah hasil dari advokasi yang dilakukan oleh mahasiwa dengan pedagang, dirinya mengungkapkan pedagang mau direlokasi tetapi bukan dipasar barukoto melainkan di pasar minggu, namun untuk memperjuangkan itu dirinya bersama rekan sulit karena saat ini mahasiswa sulit untuk bertemu dan menyampaikan masukkan kepada walikot.

“Yang mereka mau pindah tetapi disekitar pasar minggu saja. Kami dan teman-teman kompor sudah berusaha untuk hering atau diskusi dengan pak wali tapi pak wali tidak mau ditemui oleh masiswa dan nampaknya menuntup diri dari mahasiswa. Contoh ketika kami mau menemui walikota malah walikotanya tidak ada, dan pergi kepasar minggu,”ujar perwakilan mahasiswa yang memback up pedagang ini.

Menurutnya mahasiswa merupakan salah satu bagian dari masyarakat karena itu mengharuskan mahasiswa bisa masuk berpartisipasi dan mengembangkan ilmunya ke masyarakat dan lingkungannya. Mahasiswa diharapkan sebagai pencetus ide sekaligus eksekutor dari idenya, yang kemudian akan berpengaruh pada perubahan budaya, keadaan, atau system, karena itu dirinya bersama rekan mahasiswa yang lain akan membantu pedagang yang dianggap kaum tertindas.

“Dalam hal ini kami akan terus menjadi gerda terdepan untuk menjadi jambatan bagi kaum musta’afin ( kaum tertindas) dari kebijakan walikota. Ini buka permasalahan yang subjektif mahasiswa tetapi ini demi keselamatan pedagang yang tertindas. Dalam waktu dekat kami dan kawan akan mencoba untuk mengakomodir gerakan perlawan mahasiswa untuk memberikan penjelasan yang objektif dari kondisi realitas yang terjadi dilampangan,”Demikian Kiki. (CW7)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *