Lagi, Napi Kabur. Presiden Minta Evaluasi Kebijakan Lapas

Oleh Tgl: July 18, 2013

Presiden telah menerima laporan mengenai kejadian di Rutan Kelas II Batam yang mengakibatkan beberapa narapidana melarikan diri atau kabur dari lembaga pemasyarakatan tersebut

Julian Aldrin Pasha

Jakarta,(Bengkulu Online)-Presiden SBY meminta jajaran polhukam untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul terulangnya kerusuhan di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) akhir-akhir ini. Terakhir, 12 tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Batam, Kepulauan Riau, kabur setelah menyerang petugas penjara. Presiden minta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan soal lapas.

“Presiden telah menerima laporan mengenai kejadian di Rutan Kelas II Batam yang mengakibatkan beberapa narapidana melarikan diri atau kabur dari lembaga pemasyarakatan tersebut,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, sesaat sebelum rapat paripurna kabinet, Kamis (18/7) siang.

dikutip dari website kepresidenan, Rabu (17/7) pagi terjadi kerusuhan di Rutan Baloi, Batam. Belasahan napi kasus narkoba kabur dengan menyerang petugas penjara. Terjadi pula aksi pembakaran. Modusnya mirip dengan kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta, Medan, beberapa hari lalu.

“Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak diharapkan dan pemerintah telah meminta agar pihak kepolisian segera bekerja untuk menangkap dan mengembalikan mereka yang melarikan diri,” Julian menambahhkan.

Presiden SBY, lanjut Julian, meminta ada evaluasi kebijakan di lembaga pemasyarakatan di seluruh Tanah Air, menyusul kerusuhan yang beruntun dan berulang ini. Selasa (16/7) lalu, Presiden telah menginstruksikan kepada Menko Polhukam, Menkumham, dan Kapolri untuk meningkatkan kewaspadaan. “Presiden tidak ingin kasus ini terulang kembali,” Julian menegaskan.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *