Kritikan Puskaki Soal Jabatan Ketua Partai, Menuai Kontra

Oleh Tgl: July 19, 2013
walikota

Kalau yang ditakutkan terjadi penyalahgunaan wawenang itu gunanya masyarakat termasuk PUSKAKI untuk mengawalnya

Shalahuddin, S.ip

BENGKULU, (Bengkulu Online) –  Terkait saran Lembaga Pusat Kajian Anti korupsi (Puskaki) yang menganjurkan Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE melepaskan jabatan ketua partai politik agar tidak terganggu dalam menjalankan tugas pemerintahannya beberapa waktu lalu, akhirnya menuai pro dan kontra, Kamis (18/7).

Beberapa kalangan organisasi kepemudaan dan masyarakat menilai saran yang di kemukakan oleh Pusat kajian Anti Korupsi (PUSKAKI) kepada Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua DPW PAN Propinsi Bengkulu hanya ketakutan dan meramaikan media jelang pesta politik tahun depan.

Direktur Youth Leadership Center (YSC) Propinsi Bengkulu  Shalahuddin, S.ip misalnya yang tidak mempermasalahkan jabatan Ketua Partai yang dieban walikota, menurutnya semua orang memiliki hak mengemukakan pendapat.

“Kebebasan menyatakan pendapat dan mengajukan saran adalah hak setiap warga Negara yang diatur undang-undang, sehinga tiada larangan bagi warga Negara untuk mekritis dan memberikan saran kepada kedudukan dan kebijakan seseorang selagi tidak menghilangkan hak dan kebebasan orang lain,” Ungkapnya Kepada Jurnalis Bengkulu Online.

Namun, Soal kritikan yang dilemparkan untuk walikota oleh pengurus Puskaki tersebut. Shalahuddin menegaskan bahwasanya tidak ada UU yang mengatur tentang posisi seseorang yang memengang jabatan Eksekutif sehingga  harus melepaskan jabatan di partai politiknya.

“Contohnya saja  SBY adalah presiden RI sekaligus ketua umum partai,” Tegasnya

Ditambahkan Shalahuddin hal tersebut bukanlah persoalan yang urjen karena bias diawasi dan bila perlu dikawal langsung oleh orang Puskaki

“Kalau yang ditakutkan terjadi penyalahgunaan wawenang itu gunanya masyarakat termasuk PUSKAKI untuk mengawalnya, kita jangan berpatokanya dengan kasus suap daging imfor dong ketika menilai sesuatu,” Sindir Udin.

Senada dengan yang disampaikan direktur YLC, aktivis Gerakan Independen Pemuda Indonesia (GIPI) Propinsi Bengkulu Agus Aswandi, SP. juga menilai saran yang di sampaikan oleh Puskaki sarat dengan muatan politik tertentu.

“Sebagai gerakan kepemudaan kami menghargai setiap perbedaan pendapat yang datang dari stock holder yang ada, namun sekiranya setiap pendapat coba dicerna dengan bijaksana bukan di politisir. Karena tugas kita sebagai control social terletak pada independen kita,” Tegas Andi

Jelas hal ini Kontra dengan apa yang diungkapkan Sekretaris Puskaki Dadang yang meminta Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE melepaskan jabatanya sebagai ketua DPW partai karena khawatir terjadi penyalahgunaan wawenang dalam pemilu 2014 mendatang dan tidak focus terhadap pembangunan di Kota Bengkulu.(CW7).

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *