KPID Akan Pasang Pemantau Siaran Radio dan TV

Oleh Tgl: July 16, 2013
kpid bengkulu

nanti alat tersebut akan dipasang untuk memantau siaran televisi dan radio yang ada di Provinsi Bengkulu dan jika terjadi pelanggaran bias dipantau sehingga KPID tidak sungkan memberikan teguran

Fajri Ansori, SE

BENGKULU,(Bengkulu Online)– Dalam rangka mengawasi siaran media elektronik baik televise dan Radio, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu akan memasang alat pemantau siaran.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu, Fajri Ansori, SE, Selasa (16/7) mengatakan alat pemantau siaran yang akan dipasang tersebut akan diterima oleh KPID pada sekitar bulan September, dan untuk mengoperasionalkan alat pemantau siaran televisi dan Radio tersebut KPID membutuhkan 10 orang tenaga pemantau siaran.

“Insyaallah alatnya segera dipasang dalam waktu dekat ini karena alatnya akan kami terima pada September 2013, nanti alat tersebut akan dipasang untuk memantau siaran televisi dan radio yang ada di Provinsi Bengkulu dan jika terjadi pelanggaran bias dipantau sehingga KPID tidak sungkan memberikan teguran”tukasnya

Diceritakan Fajri Pengadaan alat pemantau siaran itu membutuhkan proses lama karena harus melobi ke KPI Pusat serta Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta. untuk persiapan Saat ini, KPID sedang melakukan perekrutan tenaga pemantau siaran sebanyak 10 orang. Tenaga pemantau siaran itu akan dibagi menjadi beberapa jadwal pemantauan dengan dua orang pemantau bertugas selama lima jam.

“Tiap tenaga pemantauan di tergetkan untuk menemukan 10 pelanggaran perharinya. Petugas pemantau tersebut akan di berlakukan system bergantian dan akan bertugas selama lima jam pemantau siaran televisi dan radio tanpa jeda,” katanya

Fajri menambahkan alat pemantauan tersbeut akan mengawasi gambar-gambar kekerasan, penggunaan bahasa yang vulgar, dan berita penggiringan opini hingga berita yang tidak berimbang, serta Termasuk pengawasan tayangan berhubungan dengan tahun politik dimana banyak iklan kampanye yang akan muncul di media elektronik.

Jika terjadi pelanggaran siaran hasil pemantauan Alat pemantau siaran itu berfungsi merekam seluruh isi siaran radio dan televisi tersebut maka akan dibahas bersama Komisioner KPID setiap minggu, lalu dilanjutkan dengan penindakan.

“Kalau lembaga penyiaran ada yang melanggar maka akan diberi teguran, kalau tetap tidak dipatuhi akan dilaporkan ke Kementerian Informasi dan Komunikasi,” tegasnya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *