Kecurangan Terkuak, Usai 40 Anggota KPU Ditetapkan

Oleh Tgl: July 2, 2013
kpu

Sekarang sudah ada 4 bundel bukti dugaan bahwa ada sesuatu yang tidak wajar saat penetapan 5 komisioner yang terpilih

Masrizal Deparus

BENGKULU,JB – Anggota KPU baik Kota/Kabupaten Seprovinsi terkecuali Kabupaten Kaur telah ditetapkan, tentu sudah menyelesaikan suatu tahapan namun jalannya pembentukkan KPU disinyalir tidak berjalan dengan mulus dan jujur pasalnya dugaan mengenai ada indikasi dan sesuatu yang tidak wajar terjadi saat penatapan 5 besar KPU kabupaten/kota terpilih, masih terus berhembus.

Informasi terhangat dari calon KPU Bengkulu Tengah, Masrizal Deparus Senin (1/7) mengungkapkan dirinya sudah menyiapkan empat bundel bukti dugaan kecurangan penetapan lima komisoner terpilih di Bengkulu tengah.

“Sekarang sudah ada 4 bundel bukti dugaan bahwa ada sesuatu yang tidak wajar saat penetapan 5 komisioner yang terpilih,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa calon KPU yang tidak terpilih akan terus memperjuangkan dan menyampaikan data-data dugaan kecurangan tersebut ke DKPP dan KPU pusat adapun Bukti dimaksud, pertama, data-data kecurangan di Bengkulu Tengah. Termasuk bukti SMS yang salah kirim dan ditujukan ke salah seorang anggota KPU Provinsi Bengkulu. Kedua, data penetapan 5 komisioner KPU Kota Bengkulu yang kental dan bernuansa kedekatan organisasi tertentu. Ketiga, bundel data tentang komisioner KPU Bengkulu Utara. Keempat, bundelan bukti kecurangan tentang komisioner KPU Lebong.

Dilain tempat, Kabupaten Kepahiang dalam waktu dekat ini akan menyampaikan bukti-bukti kecurangan pemilihan KPU setempat karena bukti-bukti sudah mereka kantongi tingal melengkapinya saja.

“Rencananya, setelah semua bukti terkumpul, kami akan antarkan langsung ke DKPP. Khusus untuk data tentang kecurangan dari penetapan lima komisioner terpilih di KPU Rejang Lebong dan Mukomuko, masih dikumpulkan,” Paparnya yang begitu antusias kuakan kecurangan dan bertekad melaporkannya ke DKPP di Jakarta.

Sementara itu calon anggota KPU Kepahiang yang tidak masuk 5 besar KPU terpilih, Nur Rohim menyatakan mendukung penuh langkah yang diambil Masrizal dan kawan-kawan. Pasalnya berdasarkan rekaman proses yang dilalui, ada indikasi ketidakberesan dan ketidakwajaran dalam penentuan tersebut.

Untuk diketahui, ada 3 kategori hasil tes psikologi untuk calon anggota KPU di kabupaten/kota yang dijadikan syarat untuk masuk 20 besar. Yakni disarankan, dipertimbangkan dan tidak disarankan.

“Saya adalah salah satu calon yang disarankan (layak jadi komisioner), namun kenyataanya malah tidak masuk 5 besar. Apalagi jika merunut dari hasil tes wawancara, saya adalah rangking dua di Kepahiang. Namun setelah fit dan proper test di Bengkulu, saya malah berada pada urutan ke 9,” jelas Nur Rohim.

Kepada awak media Nur Rohim mengungkapkan Jika melihat dari proses yang sudah dilalui tersebut sangat jelas sekali ada indikasi-indikasi ketidak wajarannya dari proses tersebut, karena apa yang disampaikan cenderung menyudutkan, dirinya menambahkan dengan yang disampaikannya ia siap siap mempertanggungjawabkan karena berdasarkan bukti.
“Saya siap jika diminta untuk memberikan bukti-bukti dan bahkan siap membuka ke publik mengenai hasil wawancara yang dilakukan,”Demikian Nur Rohim. (Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *