Kamenag Tetapkan 3 Kategori Zakat Fitrah

Oleh Tgl: July 31, 2013
ketupat_lebaran

Kategori pertama 24.000 rupiah, Kedua 21.000 rupiah dan kategori ketiga 19.000 yang di sesuaikan dengan harga beras yang di komsumsi oleh masyarakat tersebut

Drs. H. Ajamalus, MH

TABA PENAJUNG- Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah sudah menetapkan tingkat besaran zakat fitrah sesuai dengan harga kebutuhan pokok yang komsumsi oleh masyarakat yang ada di kabupaten Bengkulu Tengah.

Dari hasil rapat yang telah di lakukan oleh kamenag dan unsur Pemkab Bengkulu Tengah pada kamis (25/7) di kantor Kamenag menetapkan zakat fitrah yang harus di bayar oleh umat muslim dengan tiga kategori.

“Kategori pertama 24.000 rupiah, Kedua 21.000 rupiah dan kategori ketiga 19.000 yang di sesuaikan dengan harga beras yang di komsumsi oleh masyarakat tersebut”. jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Benteng Drs. H. Ajamalus, MH kepada Jurnalis selasa (30/7) saat di temui di kantornya.

Sesuai dengan ketentuan yang telah di sari’atkan oleh agama Islam. Bahwa, zakat fitrah atau zakat jiwa yang harus di bayar oleh tiap-tiap kaum muslim adalah makan pokok masyarakat setempat dengan besaran 2,5 kg. Dari hasil pantau makanan pokok yang di komsumsi masyarakat setempat (Benteng) moyoritas komsumtif beras. Maka, zakat yang akan di tetapakan melalui harga beras yang ada di pasaran saat ini.

Selanjutnya pada tahap sosialisasi kemenag sudah membuat surat edaran yang akan disampaikan kepada masyarakat dan instasi pemerintah bahwa besaran zakat fitra sudah ditetapakan, “Sedangkan tempat penyaluran menurut kententuan bisa di salurkan melalui Badan Amil Zakat (BAZ), Amil Masjid, dan bisa juga di salurkan secara langsung kepada mustahiqnya”. jelas Ajamalus

Kamenag menghibau kepada masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah untuk dapat menyalurkan zakatnya sampai sebelum shalat Idul Fitri di laksanakan, “ kita berharap kepada masyarakat dan instansi yang ada di Pemkab Benteng untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan karyawannya bahwa zakat fitrah sudah bisa di salurkan dan sampai sebelum shalat Idul fitri dilaksanakan kalau sesudah shalat dia tidak dinamakan zakat fitrah lagi tetapi di anggap sadaqah,” Himbaunya (CW 7)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *