Irianto Abdullah : Waspada Daging Gelonggongan Rawan Beredar

Oleh Tgl: July 1, 2013

Kita akan menggelar operasi pasar lebih intens dibanding operasi rutin selama ini sementara untuk Dinas Peternakan Kabupaten Kota diminta membentuk tim pengawas agar peredaran produk ilegal di pasaran lebih maksimal terpantau

Irianto Abdullah

BENGKULU,JB- Setiap jelang Ramadhan tidak sedikit oknum pedagang daging yang memanfaatkan kondisi harga kebutuhan yang merangkak melonjak dengan menjual daging gelonggongan, hal ini menekan kekhawatiran masyarakat karena itu mulai Rabu (3/6) pekan ini Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu akan melakukan operasi pasar.

Salah satu ulah pedagang sapi nakal untuk memanfaatkan kondisi kenaikan harga kebutuhan setiap jelang dan selama ramadhan adalah dengan menjual daging sapi gelonggongan, sapi gelonggongan sendiri merupakan taktik pedagang untuk memebuat daging lebih berat dari biasanya dengan menyuntikan air ke tubuh sapi hingga melemas sebelum disembelih selain merugikan pembeli hal ini juga diharamkan Majelis Ulama Indonesia karena termasuk dalam bentuk penyiksaan terhadap hewan.

Menekan kekhawatiran masyarakat akan peredaran sapi gelonngongan mulai Rabu pekan ini Dinas Perternakan Provinsi Irianto Abdullah akan menggelap operasi pasar lebih intens dibanding operasi rutin selama ini sementara utnuk dinas peternakan kabupaten kota diminta untuk membentuk tim pengawas agar peredaran produk ilegal di pasaran lebih maksimal terpantau

“Kita akan menggelap operasi pasar lebih intens dibanding operasi rutin selama ini sementara utnuk Dinas Peternakan Kabupaten Kota diminta untuk membentuk tim pengawas agar peredaran produk ilegal di pasaran lebih maksimal terpantau ,”Tukasnya kepada awak media

Selain sapi gelonggongan, Irianto juga menyampaikan ada ulah oknum pedagang lainnya yang ingin meraup keuntungan dengan merugikan masyarakat seperti makanan kadarluarsa dan rusak serta daging tiren namun daging gelonnggongan lebih menjadi fokus dinas teknis karena marak beredar.

“Kerap sulit dibedakan masyarakat sendiri, sebab itu kami himbau masyarakat agar membeli daging di tempat-tempat penjualan yang resmi,”Ujarnya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *