Gubernur : Media dan LSM Terlalu Ikut Campur Dalam Penegakan hukum

Oleh Tgl: July 22, 2013

Nah ini LSM kadang-kadang yang terlalu menekan memaksa seseorang itu kena proses hukum dan sebagainya padahal kewenangan polisi, jaksa ada namun dilampaui

H. Junaidi Hamsyah S.Ag, M.Pd

BENGKULU – Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah S.Ag, M.Pd mengungkapkan Media dan Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM terlalu ikut campur dalam kebijakan pemerintah.

Hal ini diungkapkan gubernur dalam kata sambutan saat menerima kunjungan dari Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI,Senin (22/7).

“Kebijakan pemerintah kadang ditangkap oleh media terlalu cepat, ini kadang-kadang terlalu memaksakan, kalau ini menjadi keluhan ini juga menjadi persoalan mengumumkan ke media,”Ungkap Gubernur di depan SKPD, FKPD serta 34 tamu dari Lemhanas.

Kalau dilihat dari persoalan sebelumnya, apa yang disampaikan gubernur ini jelas berkaitan dengan laporan yang dituju kepadanya oleh Aktivis Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu yang mmencium aroma korupsi atas penandatangan Surat Keputusan (SK) Pemberian honor dewan pembina RSMY ke Polda Bengkulu.

“Nah ini LSM kadang-kadang yang terlalu menekan memaksa seseorang itu kena proses hukum dan sebagainya padahal kewenangan polisi, jaksa ada namun dilampaui,”Tambahnya juga dalam kata sambutan.

Usai acara silahturahmi dengan Lemhanas, ditanya jurnalis soal media dan LSM terlalu berpengaruh terhadap kebijakan dan penegakan hukum, gubernur menyampaikan bahwa ada tembusan dari dewan pers agar menjaga dan merahasia kan nama Koran dalam kasus asusila dan amoral.

“Kita dapat tembusan dari ketua Dewan Pers bahwa untuk kedepan kasus asusila atau amoral kalau bisa inisialnya saja jangan disebutkan apalagi alamat karena ini melindungi korban orang yang bersangkutan, bayangkan ada kasus misal korban namanya Anita, diperkosa dan diperkirakan pasti tidak perawan lagi nah bayangkan bagaimana dia selanjutnya menampakkan muka,” Katanya.

Sementara kata gubernur bandingkan jika media ada kasus asusila dan amoral menyembunyikan identitasnya maka efeknya akan bagus.

“Inikan kalau media ekspos kasihan terhadap si korban, Misalnya diduga seperti itu harus ada penggiringan opini,

Maksud saya supaya Bengkulu aman, media tidak mengiring opini yang buruk seperti itu, harus yang berimbang misal ketika jalan itu rusak ya diekspose namun ketika jalannya sudah diperbaiki mari ikut ekspose juga, jadi Fair,”Demikian Gubernur Bengkulu.(Cy*)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *