Dampak Kenaikan BBM, Inflasi Bengkulu Capai 1,72 Persen

Oleh Tgl: July 2, 2013
bps

BBM naik efeknya kenaikan ongkos transpor, namun kalau komoditinya dari lingkup Kota Bengkulu kenaikankannya belum terlalu pesat, kayak tomat kan dari Curup itu harganya masih tetap, namun kalau komoditi itu berasal dari Luar Provinsi seperti Lampung, dsb yang merangkak naik

Nurul Hasanudin, M.Sat

BENGKULU,JB- Jika sebelum harga penyesuaian bahan bakar minyak (BBM) di terapkan, di Bulan Mei 2013 Kota Bengkulu alami deflasi sebesar -0,18 persen, maka pada bulan Juni 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat bahwa perkembangan barang dan jasa alami kenaikan atau inflasi dengan angka ynag mencapai 1,72 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Nurul Hasanudin, M.Sat, Seleasa (2/7) mengungkapkan Inflasi Kota Bengkulu terjadi pada lima kelompok barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,64 persen, kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 4,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen, makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,13 persen, kelompok perumahan, air,gas & bahan bakar sebesar 0,07 persen, dan kelompok ynag paling besar naik adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan.

Hasan menambahkan pengaruh kenaikan BBM tidak terlalu berdampak bagi kebutuhan pokok di yang produksi asalnya berada di lingkup Provinsi Bengkulu karena tidak terlalu panjangnya jalur transportasi yang dipakai, namun unutk komoditi yang berasal dari luar Kota bengkulu kenaikan harga meningkat pesat.

“Sebetulnya kenaikan bahan bahan bakar ini kebanyakan berdampak pada harga-harga barang, ya kita pikir saja, kan BBM naik efeknya kenaikan ongkos transpor, namun kalau komoditinya dari lingkup Kota Bengkulu kenaikankannya belum terlalu pesat, kayak tomat kan dari Curup itu harganya masih tetap, namun kalau komoditi itu berasal dari Luar Provinsi seperti Lampung, dsb yang merangkak naik,”Ungkapnya Via Telepon, Pukul 16.35 wib.

dituturkan hasan Inflasi pada bulan ini selain kenaikan BBM juga disebabkan oleh naiknya harga daging ayam ras, cabe merah, angkutan dalam kota, jengkol, beras, telur ayam ras, teri, kakap merah, angkutan udara dan lain-lain.

“Faktor-faktornya selain Kenaikan BBM ya naiknya harga daging ayam ras, cabe merah, angkutan dalam kota, jengkol, beras, telur ayam ras, teri, kakap merah, angkutan udara, dsb,”Ujarnya kepada Jurnalis JB.

Sementara itu, Nurul menceritkan walaupun rata-rata barang dan jasa naik, namun masih ada beberapa barang dan jasa masih menunjukkan penurunan harga seperti tomat buah, bawang merah, kangkung, bayam, tongkol, tomat sayur, bawang putih, senangin, daun katuk, emas perhiasan dan lain-lain, hal ini bisa dilihat dari angka deflasi yang terjadi pada kelompok sandang sebesar -0,10 persen serta satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,00 persen.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *