Daging Sapi Impor Tidak Masuk Ke Bengkulu

Oleh Tgl: July 17, 2013

Untuk Wilayah provinsi Bengkulu Kita tidak kebagian Impor, Kenapa tidak?. karena kalau kita amati harga daging yang melonjak itu di Jakarta, Jabar, sama Suarabaya

Riskan Nasution

BENGKULU,(Bengkulu Online)- Meskipun Pemerintah sudah menambah impor daging sapi di luar kuota Bulog sebanyak 3.000 ton karena harga yang mahal dan stok tidak tersedia, Ternyata dari jumlah 3000 ton tersebut tidak ada jatah untuk Provinsi Bengkulu.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Forum Bulog Provinsi Bengkulu Riskan Nasution saat ditemui dikantor Bulog, Rabu (17/7) menurutnya meskipun harga daging sapi di Kota Bengkulu juga melonjak namunimpor daging tersebut hanya untuk pasar Jabodetabek yang notabenenya sangat membutuhkan apalagi kenyataan menunjukkan stok daging sapi di Kota Bengkulu masih dikategorikan aman.

“Untuk Wilayah provinsi Bengkulu Kita tidak kebagian Impor, Kenapa tidak?. karena kalau kita amati harga daging yang melonjak itu di Jakarta, Jabar, sama Suarabaya,”Ungkapnya.

Riskan menambahkan bahwa daging sapi impor itu sudah masuk 800 ton kemarin, Selasa (16/7) yang dibawa melalui jalur udara, kemudian akan masuk lagi dengan jumlah yang lebih banyak yakni sebesar 1500 ton ynag didistribusikan melalui jalur laut.

“ya.Impor memang ada, kalau kemari lewat Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 800 ton, nanti akan masuk lagi 1500 ton melalui kapal laut, Tanjung Periok nah kalau untuk Bengkulu tidak ada daging impor yang masuk,” Tukasnya.

Sebuah rahasia dibeberkan Riskan bahwa sebenarnya mahalnya harga daging sapi diKota Bengkulu bukan karena tidak adanya stok daging seperti masalah yang dialami pasar tingkat pusat melainkan pedagang ikut-ikutan menaiki harga daging sapi setelah tahu harga dipasar pusat melonjak.

“kamu tahu tidak kenapa harga daging sapi sampai 90 ribu?. karena ikut-ikutan Jakarta, sebetulnya mereka bias jual dengan harga 70 sampai 80 ribu, karena stoknya bagus,”ungkapnya lagi.

Kalau dilihat dari Stok Riskan menjelaskan, stok daging sapi di Kota Bengkulu masih aman terkendali apalagi beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu banyak berternak sapi.

“Saya Sudah Survey Ke Sindang Raya dan Bengkulu Utara, jadi Bengkulu itu banyak sapi, bahkan ada yang jual keJambi dan Palembang, itukan bukti kalau stok sapi kita bagus, sebetulnya surplus, mereka yang mengumpul untung,”Tukasnya.

Namun terlepas dari kuota daging sapi local, adanya impor untuk pasar pusat dipastikan Riskan akan menurunkan harga, setidaknya jika harga daging sapi ditingkat pusat turun maka akan menurunkan harga sapi ditingkat local.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *