Bupati Pecat 57 Kades, Warga Muko-Muko Berang

Oleh Tgl: July 8, 2013

Dari tahun 2004 sampai 2009 sampai sekarang, dua periode terpilih, pak bupati (Ihwan Yunus-red) sudah memecat 57 kades, tanpa alasan yang jelas

Jakfar

BENGKULU, (Bengkulu Online) – Bupati Kabupaten Muko-Muko, Ichwan Yunus dari masa jabatannya 2004 sampai 2009 hingga terpilih lagi dari 2009 sampai hari ini sudah memecat 57 Kepala Desa (kades) se Kabupten Muko-Muko.

Dari 57 kades yang dipecat, Dua diantaranya melaporkan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan memenangkan perkara tersebut, namun persoalannya hingga hari ini belum juga dilantik oleh bupati, atas dasar persoalan itu pula besok, diungkapkan Jakfar Senin (8/7) warga Muko-Muko mengelar demo tuntut Bupati beri kejelasan status kades dua desa tersebut sekaligus meminta Bupati kembali menerima setiap bantuan yang diberi oleh pemerintah pusat baik BLSM ataupun raskin.

“Dari tahun 2004 sampai 2009 sampai sekarang, dua periode terpilih, pak bupati (Ihwan Yunus-red) sudah memecat 57 kades, tanpa alasan yang jelas,”Ungkap Koordinator lapangan demo ini.

Dua Kades tersebut adalah A. Zuhur sebagai Kades Pondok kandang dan Nadir sebagai kades Penarik yang dipecat dengan urutan 55 dan 56, menurut Jakfar pemecatan kades oleh Bupati tersebut selain tidak jelas terindikasi ketidak sejalannya Bupati dengan kades.

“Kita punya data kades-kades tersebut, dalam kasus yang berbeda-beda mereka yang dipecat itu jelasnya karena tidak disenangi oleh bupati, tidak semasukan, ya dia pecat, cuman ada dua kades yang membrontak dan menunut haknya, mereka menang tapi sampai sekarang tidak dilantik, kalau suara-suara dibawah mana pernah dia mau dengar, makanya itu kami tuntut,”Paparnya.

Diketahui pada Jum’at (5/7) diketahui warga Kabupaten Muko-Muko sudah mengelar demo menutut pelantikan kades melaui gubernur, namun karena masih tidak ada kejelasan dari bupati maka besok akan digelar kembali demo besar-besaran sekaligus menuntut BLSM dan raskin yang ditolak bupati.

Senada dengan Jakfar, Arif Suhartomo peserta demo menyampaikan tindakan bupati sudah tergolong sewena-wena dan otoriter.

“Dia itu bertindak dan berkuasa sewena-wena, dengan jabatannya semaunya aja bertindak, tidak bisa seperti itu dong, masa hampir 60 loh kades yang dia pecah, apa tidak gila itu,”Ungkap Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Provinsi Bengkulu ini.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *