BPOM Temukan 13 Zat Warna Makanan Berbahaya

Oleh Tgl: July 11, 2013
images

Akan kita cek sampel bahan pewarna makanan itu, untuk kita periksa di laboratorium, supaya kita tahu apa kandungannya, apakah ada zat berbahaya

Zulkifli

BENGKULU,JB – Kalau Sebelumnya BPOM dan Disperindag memeriksa keamanan pangan, tanggal kedaluwarsa dan izin edar di sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan mal, kali ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu kembali melakukan sidak di Pasar Panorama Kota Bengkulu untuk mengawasi dan mengetahui ada atau tidaknya makanan yang dijual di pasar yang mengandung bahan/zat kimia berbahaya.

Dari sidak BPOM mengambil sampel 13 jenis pewarna makanan yang dijual pedagang dan diduga mengandung zat berbahaya, Kepala BPOM Bengkulu Zulkifli, Kamis (11/7) mengungkapkan sampel yang diambil akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut kandungannya.

“Akan kita cek sampel bahan pewarna makanan itu, untuk kita periksa di laboratorium, supaya kita tahu apa kandungannya, apakah ada zat berbahaya,” Ungkapnya.

Merek Bahan pewarna makanan yang diperiksa BPOM bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu tersebut adalah bintang kopoe-kopoe sebanyak 13 jenis warna, Zat pewarna makanan menjadi salah satu komoditas yang banyak dibeli selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri sebab itulah menjadi dasar BPOM Fokus memeriksa zat pewarna.

Pemeriksaan bahan makanan oleh BPOM dan Disperindag tersebut dibagi dalam dua tim, Tim pertama dipimpin Oktar Tamba dan BPOM dan tim kedua oleh Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Wahyudi.

Selain menyita zat pewarna makanan, Rombongan juga melakukan Pemeriksaan pada sejumlah makanan di Pasar Panorama yakni daging sapi, mi basah dan kerupuk merah. Namun berdasarkan Pemeriksaan langsung dilapangan oleh petugas BPOM tidak ditemui zat pewarna pada kerupuk merah, dan mi basah tidak ada pengawet nya serta kandungan air yang berlebih pada daging sapi.

“Kerupuk tidak mengandung zat pewarna berbahaya, daging sapi tidak ditemukan yang terlalu banyak mengandung air (Gelonggongan-red), serta mi basah tidak ditemukan zat pengawet,”Ujarnya lagi.

Kepada Jurnalis Zulkifli menyampaikan bahwa masyarakat Bengkulu juga bias membedakan kerupuk yang mana yang berbahaya dan tidak dengan cara menterawang, apabila saat dilihat dengan matahari warnanya keunguaan maka kerupuk tersebut mengandung zat bahaya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *