BI dan Pemerintah Bekerja Atasi Nilai Tukar Rupiah

Oleh Tgl: July 30, 2013

BI dan pemerintah sedang bekerja, dengan demikian tidak perlu panik

Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Boediono memimpin rapat terbatas kabinet membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014, di Kantor Presiden, Senin (29/7) pukul 11.30 WIB. Pemerintah metancang RAPBN 2014 beserta Nota Keuangannya yang akan disampaikan di hapadapan DPR dan DPD RI pada peringatan Hari Kemerdekaan. Pidato kenegaraan 17 Agutus juga sedang difinalisasi.

Dikutip dari website resmi presiden, Dalam pengantarnya tentang situasi ekonomi makro, Presiden meminta masyarakat tidak perlu khawatir, terutama soal nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat. “Dibandingkan dengan negara lain, ada yang lebih buruk. Tetapi tentu ini idak bisa kita biarkan, kita lakukan segala sesuatunya. BI dan pemerintah sedang bekerja, dengan demikian tidak perlu panik,” ujar Presiden SBY.

Pemerintah, lanjut SBY, melakukan semua hal untuk mengelola ekonomi. Secara keseluruhan termasuk aspek-aspek makro ekonomi kita masih terjaga. “Ada sejumlah persoalan, iya. Neraca pembayaran, ekspor yang melebihi impor, kebutuhan dolar yang meningkat, faktor psikologi, kebijakan di Amerika Serikat, dan lain-lain, tetapi sejauh ini masih bisa kita kelola,” SBY menjelaskan.

Hadir dalam sidang ini Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkeu Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alishabana, Mehub EE Mangindaan, Mendag Gita Wirjawan, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *