Beda Metode, Awal Ramadhan NU dan Muhammadiyah Berbeda

Oleh Tgl: July 9, 2013

Biasalah itu, tetapi sikapi dengan dewasa, jangan ada timbul cemoohan, celaan, apalagi sampai makian, kita saling menghargai

Syukron

BENGKULU,JB – Pengurus NU Provinsi Bengkulu Ahmad Hamim Wicaksono mengungkapkan Senin,(8/7) bahwa Nahdatul Ulama (NU) selaku organisasi masyarakat akan mengikuti jadwal pemerintah dalam penentuan awal bulan puasa 2013.

Belum dipastikan Hamim apakah awal Ramadhan tanggal 9 atau tanggal 10 karena, sore ini baru mau Rukyahtul Hilal atau melihat bulan, sore ini.

“Masih menunggu hasil hilal malam ini, jadi kita belum bisa memastikan kapan yang jelas kalau tidak besok pastinya ya lusa,”katanya.

Ditanya wartawan masalah perbedaan dengan Muhammadiyah, Hamim memaparkan bahwa perbedaan itu disebabkan oleh metode ynag dipakai masing-masing, Muhammadiyah menentukan awal bulan puasa dengan hisab atau erhitungan sedangkan NU mengunakan metode Hisab sekaligus metode rukyah atau melihat bulan.

Dalam metode ynag dipakai, Hamim menegaskan NU dan Pemerintah menggunakan metode yang sama. Karena itu NU dalam penentuan awal Ramadhan turut pemerintah.

“Penentuan awal bulan puasa oleh pemerintah ditetapkan dengan hati-hati, berdasarkan perintah islam, dan menggunakan kedua metode penentuan awal bulan puasa yakni hisab dan rukyat, ikut pemimimpin kita saja, tetapi umat saling menghargai”Ungkapnya lagi via telepon, pukul 15.00 wib.

Hamim menambahkan Pengurus NU dan Kementerian Agama malam ini akan memantau hilal dari salah satu lokasi di Kota Bengkulu, yakni dari Hotel horizon, Jika dalam peneropongan hilal muncul dan seluruhnya melihat, maka awal puasa berbarengan dengan Muhammadiyah yakni Senin (8/7) malam, tetapi jika tidak maka awal puasa lusa, Selasa (9/7) malam.

“Tapi kalau tidak terlihat, maka awal puasa akan dimulai pada Rabu (10/7),” tambahnya.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu Syukran mengatakan seluruh umat Muslim Muhammadiyah yang jumlahnya puluhan ribu akan menggelar shalat tarawih mulai malam ini.

“Kami mulai puasa besok (9/7) dan malam ini shalat tarawih perdana,” ujarnya.

Ia mengatakan perbedaan awal puasa tidak mengurangi makna ibadah bagi umat Muslim di Tanah Air sehingga tidak perlu dipersoalkan.

“Biasalah itu, tetapi sikapi dengan dewasa, jangan ada timbul cemoohan, celaan, apalagi sampai makian, kita saling menghargai,”Ungkapnya lagi.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *