Awal Ramadhan, Pedagang Kebanjiran Pembeli

Oleh Tgl: July 9, 2013

Alhamdulillah lah dek, Ya lumayan meningkat, inilah kesempatan kito untuk cari duit dikit-dikit dek

Tarjo

BENGKULU,JB- Awal Ramadhan atau H-1 jelang puasa pertama bagi Pemerintah dan NU dan H 1 bagi Muhammadiyah memberikan berkah yang luar biasa untuk pedagang, pasalnya hari ini, Selasa (9/7) Warga Kota Bengkulu belanja untuk kebutuhan pokok saat sahur dihari pertama bulan Ramadhan 1434 H atau 2013 M.

Dari Pantauan Jurnalis JB tampak pembeli memadati pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Bengkulu di Pasar Tradisional Modern (PTM) misalnya tampak ibu-ibu bahkan sampai bapak-bapak lalulalang dan berbalanja dari satu tempat ketempat yang lain.

Tarjo, pedagang ayam mengungkapkan meski ada kenaikan harga pada daging ayam dari Rp. 38.000,- menjadi Rp. 40.000,- namun tidak mengurangi jumlah pembeli, bahkan meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya.

“Alhamdulillah lah dek, Ya lumayan meningkat, inilah kesempatan kito untuk cari duit dikit-dikit dek,”Ungkap yang sibuk melayani pembeli Sejak pagi.

Tarjo menambahkan dalam dua hari terakhir ini pembelian daging ayam meningkat dan hari ini menjadi puncak aktivitas perbelanjaan masyarakat Kota Bengkulu.

Meski disisi pedagang naiknya harga kebutuhan pokok tidak berimbas dengan pembelian, namun disisi pembeli Harga beberapa jenis bahan pokok yang cukup tinggi seperti daging sapi mencapai Rp100 ribu per kilogram, ayam potong Rp40 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp50 ribu per kilogram sangat dikeluhkan pembeli, apalagi barang-barang dan jasa sudah naik efek dari penyesuaian harga BBM.

“Mahal galo barang ko, tenggok ajo Harga daging lah sampai 100 ribu, padahal kemarin masih Rp85 ribu per kilogram, Apa mau dikato, kito jugo hari pertama puasa mau nya ada yang enak,”Unjar Via (20).

Ditempat yang berbeda Pasar Minggu Kota Bengkulu para pembeli tidak kalah banyaknya dengan PTM, terlihat pembeli berdesak-desakan untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pangan. Ida pedagang Sayuran menyampaikan permintaan sayurnya lebih banyak dari sebelumnya karena itu dirinya menyambut barang dari penyalur lebih banyak dari biasa, namun karena barangnya sedikit harga di tingkat penyalur tidak seperti harga normal dan naik beberpa persen.

“Ya, Alhamdulillah..Bukan mahal dari kito dek, dari kito nyambut modalnya memang sudah ado yang naik,”Ujarnya Kepada wartawan

Sementara di Pasar Panorama, juga tidak kalah saing, aktivitas jual beli juga memasuki puncaknya ini terlihat dari padatnya manusia ditempat itu dan menyebabkan Arus lalu lintas di Jalan Kedondong macet dan lambat berjalan ditambah lagi badan jalannya cukup sempit dan sebagian pedagang berjualan hingga ke pinggir jalan.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *