Antispasi Daging Gelongongan, Disnak Sidak Ke pasar

Oleh Tgl: July 26, 2013

Pilih yang dipotong dari rumah potong hewan, dan Kita himbau juga kalau mau membeli daging beli lah daging yang dijual dilos-los pasar jangan asal beli diluar, daging yang digantung dan tempatnya yang bersih utnuk menghindari penyakit Zoonosis

Nopi Yeni

BENGKULU – Dinas Peternakan Kota Bengkulu gelar Sidak Pasar-pasar yang ada di Kota Bengkulu, Kamis (25/7) langkah ini diambil Disnak untuk mengantisipasi peredaran daging sapi glonggongan yang meresahkan warga Kota Bnegkulu.

“Tujuan kami disini melakukan pengawasan sebagai bentuk untuk melindungi konsumen, Bahwasanya daging yang dipasarkan aman untuk dikonsumsi masyarakat Kota Bengkulu,” Ungkap Ketua Tim Sidak Nopi Yeni selaku Kepala Bidang kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Peternakan Kota Bengkulu.

Sidak dilaksanakan atas kerjasama Dinas Peternakan Kota Bengkulu dan Dinas Pertanian Kota Bengkulu, terbagi atas dua tim dimana tersebar di pasar-pasar Kota Bengkulu dan supermarket, namun dari sidak yang digelar dari pukul 10.00 wib ini tidak ditemukan daging baik daging sapi yang tidak layak dikonsumsi atau mengandung kadar air yang tinggi atau bahasa populernya gelonggongan.

“Daging yang kita lihat tadi tidak ada yang berbahaya, suhunya sudah kita lihat ya,” Ungkap Nopi.

Sepanjang pemantauan Jurnalis Bengkuluonline.com Nampak daging yang warnanya tidak lagi merah yang dijual pada meja pedagang di Pasar Tradisional Modern, dikonfirmasi hal tersebut Nopi memaparkan warna tidak lah menjadi patokan baik atau buruknya daging tersbeut, karena warna bias saja berubah tergantung tempat dan posisinya.

“Soal warna daging yang berbeda, itu memang dari seekor sapi itu, warna dari setiap daging itu tidak sama, ada yang agak pucat dan ada yang merah, itu tergantung dari tempat dan posisi daging itu sendiri, informasi dari pedagangnya daging sapi yang sudah dipesan diletakkan es jadi warnanya berubah seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu Sidak yang dilakukan di Giant ditemukan daging yang tidak mencantumkan masa kadaluarsanya, sebab itu Penyidak mengeur ihak manajemen untuk memperbaiki pasalnya pembeli harus mengetahui betul informasi mengenai barang yang dia beli apalagi barang untuk dikonsumsi.

“Jadi dia (Daging Sapi-red) bagus digunakan sampai tangga 27 Juli, kalau untuk ayam memang kita tadi sudah koreksi dengan pengelolah di Giant ini harus ada batas Expired, tapi dia mengakui daging itu baru diletakkan tadi pagi dan itu paling lama dua hari atau sebelum dua hari kalau ada suhunya sudah melebihi atau sudah menunjukkan kelainan, itu harus segera mereka tarik, Tadi kita sudah menyarankan harus ada masa guna Expire,dan mereka sudah menyanggupi akan menggunakan masa expirednya,’ Tambah Nopi.

Dijelaskan Nopi ada tips dan trik yang bisa masyarakat ikuti supaya cerdas membeli daging yakni pastikan daging yang dibeli dipotong hewan karena daging yang dipotong dirumah potong hewan itu sudah melalui pemeriksaan sebelum hewan tersebut dipotong berupa pemeriksaan otomortum, danbeli lah daging ditempat umum seperti los daging yang ada dipasar dengan memperhatikan tempat dan kondisi dagingnya.

“Pilih yang dipotong dari rumah potong hewan, dan Kita himbau juga kalau mau membeli daging beli lah daging yang dijual dilos-los pasar jangan asal beli diluar, daging yang digantung dan tempatnya yang bersih utnuk menghindari penyakit Zoonosis yakni penyakit menular pada hewan atau produk bahan asal hewan ke manusia,” Demikian Nopi Yeni. (Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *