75 Persen Penduduk Miskin Kota Bengkulu Tidak Mendapatkan BLSM

Oleh Tgl: July 17, 2013
blsm

menurut data DBS masyarakat miskin kota yang tersebar dikota bengkulu mencapai angka 74000 jiwa sedangkan masyarakat miskin yang mampu diakomodir oleh pemerintah pusat dengan bantuan BLSM hanya 18000 jiwa terus selebihnya ini mau dikemanakan

H. Helmi Hasan, SE

BENGKULU,(Bengkulu online)- Wali kota bengkulu H. Helmi Hasan, SE tidak akan mau tahu permasalahan carut marutnya pembagian bantuan Langsung sementara masyarakat (BLSM) akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Helmi mengungkapkan, Selasa (17/7) Penyebabnya adalah karena jumlah yang mendapatkan BLSM hanya segelintir dari jumlah penduduk miskin Kota Bengkulu yakni mencapai angka 74000 jiwa sedangkan masyarakat miskin yang mampu diakomodir oleh pemerintah pusat dengan bantuan BLSM hanya 18000 artinya 75 persen penduduk miskin Kota Bengkulu tidak mendapatkan BLSM.

“Jadi Pemerintah kota berserta FKPD tidak akan mau tahu dengan masalah itu, karena kita tahu menurut data DBS masyarakat miskin kota yang tersebar dikota bengkulu mencapai angka 74000 jiwa sedangkan masyarakat miskin yang mampu diakomodir oleh pemerintah pusat dengan bantuan BLSM hanya 18000 jiwa terus selebihnya ini mau dikemanakan,” Ungkap walikota tadi malam dimasjid Nurul Iman.

masalah pembagian batuan langsung tunai (BLSM) akibat kenaikan bahan bakar minyak ini pun dirasakan diseluruh Indonesia tak terkecuali Kota Bengkulu, karena itu Helmi menawarkan solusi dengan pendekatan-pendekatan kepada orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki untuk mengajak mereka mengelurakan zakat mal dan sadaqah maupun THR dalam membantu meringankan beban rakyat yang miskin.

“Solusinya kita lakukan untuk mendatangkan lembaga maupun individu yang memiliki razeki lebih untuk membantu masyarakat miskin ini direspon positif oleh mereka, saat ini perusahan asuransi Jasa Raharja akan menyendiakan 3000 paket sembako dan tekomunikasi cabang bengkulu 300 paket sembako dan masih banyak lagi yang lainnya dan akan dibagikan pada hari rabu satu minggu sebelum lebaran,” Terang wali kota.

Dalam pembagian nanti kita sudah terpikir masalah-masalahnya seperti kepadatan dan berebuatan sebagainya, maka sekarang kita harus berpikir bagaimana mencari solusinya bukan lagi mencaci maki atau demontrasi dangan pample-pample yang menjelekan. (CW7)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *