10 Rekannya Ditahan Aparat, Pedagang Demo

Oleh Tgl: July 9, 2013
demo ps

kenapa tiba-tiba ditangkap?, Kami mempertanyakan dasar penangkapannya itu apa?

Edi Irawan

BENGKULU,JB – Tidak terima 10 rekannya ditahan oleh aparat kepolisian, ratusan pedagang pasar subuh Kota Bengkulu mendatangi Kantor Polres Kota Bengkulu menuntut pembebasan 10 rekan mereka yang ditangkap saat penertiban pedagang pada pukul 02.00 WIB dinihari, Selasa (9/7).

Demo yang dimulai pukul 10.00 wib dimotori oleh Muhammad Iqbal dari PMII ini selain pedagang juga ada organisasi massa Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan mahasiswa yang mendampingi. Menurut Iqbal penahanan 10 pedagang tidak bisa dilakukan karena tidak jelas apalagi tidak ada surat penahan yang dilihatkan pihak kepolisian kepada pedagang.

“kami tidak meminta banyak, Kami hanya minta pedagang yang ditangkap agar dibebaskan, itu tidak ada dasarnya untuk menahan apalagi surat penangkapan juga tidak ada,”Katanya kepada Jurnalis Jb.

Selain tidak ada surat Iqbal mengatakan alasan penangkapan pedagang oleh polisi sama sekali tidak berdasar dan termasuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM), karena mereka hanya ingin mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Apa haknya menahan orang, apa dasarnya ?. itu sudah melanggar hak azazi manusi,”Pungkasnya.

sementara itu, Edi Irawan mengatakan aksi yang digelar secara spontan oleh ratusan pedagang tersebut karena penangkapan sejumlah pedagang sama sekali tidak memiliki alasan, padahal mereka sudah menepati janji usai pukul 08.00 pasar subuh sudah bersih dan tidak ada lagi yang berjualan.

“kenapa tiba-tiba ditangkap?, Kami mempertanyakan dasar penangkapannya itu apa?.”Tanya Perwakilan pedagang, ketika diwanwancarai wartawan.

Aksi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian diungkapkan Kapolres Kota Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono bahwa awalnya pedagang yang sebanyak 13 orang tetapi Setelah dilakukan pemeriksaan, sebanyak tiga orang dibebaskan. kepada wartawan Bagus menyampaikan alasan penangkapan karena diduga memiliki senjata tajam dan melakukan pungutan liar kepada sesame pedagang.

“Para pedagang yang ditangkap diduga memiliki senjata tajam dan melakukan pungutan liar,Kami akan menyelidiki lebih lanjut, kalau tidak terbukti akan dibebaskan,”Ungkapnya lagi.

Dalam Aksi, Pedagang terlihat lebih nyaman dan sebagian massa tidur di jalan raya sehingga menmbuat arus lalulintas di depan Mapolres Kota Bengkulu macet total, mereka belum mau bubar kalau 10 Pedagang ynag ditangkap yakni antara lain Edi Hendra, Helma, Hanafi dan delapan warga lainnya belum dibebaskan oleh aparat.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *